Kasus Covid-19 Jakarta 1 Juta, Penularan Terbanyak di Perumahan

Kasus total Covid-19 di DKI Jakarta tembus satu juta. Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut penularan termasuk varian Omicron paling banyak terjadi di lingkungan perumahan.
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19/Antara
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus total Covid-19 di DKI Jakarta tembus satu juta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut penularan termasuk varian Omicron paling banyak terjadi di lingkungan perumahan.

"Ini masih di perumahan rata-rata di lingkungan masing-masing," kata Riza Patria di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 hingga ke level terendah, yakni tingkat Rukun Tetangga dan Rukun Warga

"Kami akan tingkatkan kembali satgas, kami optimalkan sampai ke tingkat RT/RW," ucapnya.

Berdasarkan data Pemprov DKI kasus aktif untuk pasien yang dirawat/diisolasi mencapai 7.316 kasus sehingga total menjadi 74.535 kasus per Senin kemarin.

Sedangkan, tambahan kasus positif mencapai 12.682 kasus dan jumlah orang yang sembuh mencapai 5.328 sembuh sehingga total sembuh mencapai 905.285 sembuh.

Dari jumlah kasus positif itu, Riza menambahkan sebanyak 3.751 orang terpapar Omicron, yang 52,6 persen di antaranya adalah kasus transmisi lokal dan 47,4 persen adalah kasus impor.

"Sekarang penyebaran lokal ini menjadi perhatian, jadi kami tidak bisa lagi menyalahkan datangnya orang asing ke Jakarta dan lainnya, justru sekarang yang meningkat internal kita," ungkapnya.

PPKM Level 3

Sementara itu, saat PPKM level tiga pihaknya akan menggencarkan kegiatan 3T, yakni pemeriksaan, pelacakan dan perawatan (testing, tracing dan treatment) meski kegiatan tersebut di DKI terbilang tinggi.

Upaya tersebut dilakukan mengingat Jakarta berkaitan langsung dengan wilayah aglomerasi seperti Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

"Ini bukan karena tingginya angka Covid-19, tapi karena masih kurangnya tracing sekalipun DKI Jakarta termasuk provinsi yang tinggi tracingnya," ujar Riza.

Sementara itu, merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2022 tentang PPKM, testing ditingkatkan sesuai dengan tingkat rasio kasus positif atau positivity rate mingguan.

Adapun target jumlah testing yang harus dicapai di Jakarta per hari sesuai Inmendagri tersebut sudah ditingkatkan menjadi 11.527 per hari dari awalnya 7.638 orang berdasarkan Inmendagri Nomor 6 Tahun 2022 atau dalam sepekan mencapai 80.689 orang.

Dalam Inmendagri terbaru juga disebutkan tracing dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 orang kontak erat per kasus konfirmasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper