Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Holywings Ditutup, 3.000 Karyawan Bakal Dirumahkan Manajemen

General Manager Project Company Holywings Yuli Setiawan bicara soal nasib karyawan Holywings usai izin usahanya dicabut. Menurutnya pihak manajemen terpaksa merumahkan para karyawan imbas pencabutan izin usaha.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  03:08 WIB
Holywings Ditutup, 3.000 Karyawan Bakal Dirumahkan Manajemen
Petugas Satpol PP Kota Bandung memeriksa ruangan gerai Holywings kawasan Paskal Hypersquare, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/6/2022). ANTARA FOTO - Novrian Arbi

Bisnis.com, JAKARTA - General Manager Project Company Holywings Yuli Setiawan bicara soal nasib karyawan Holywings usai izin usahanya dicabut. Menurutnya pihak manajemen terpaksa merumahkan para karyawan imbas pencabutan izin usaha.

Meskipun demikian, Yuli mengungkapkan manajemen akan membayarkan kewajiban gaji karyawan secara penuh.

"Kalau untuk kewajiban yang masih dalam tahapan operasional kita masih berikan gaji sesuai porsi, masih utuh," kata Yuli di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Meskipun demikian, Yuli menambahkan pihak manajemen belum bisa memastikan nasib karyawannya ke depan. Dia mengaku pihaknya masih memiliki cara karena menyangkut kelangsungan hidup banyak orang.

"Yang untuk ke depannya masih kita rumuskan secara manajemen," katanya.

Manajemen juga tampaknya masih belum bisa memastikan langkah ke depannya untuk Holywings. Yuli hanya mengatakan bahwa pihaknya akan menghormati proses hukum.

"Mewakili manajemen ya kita minta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Minta maaf sebesar-besarnya ke seluruh warga Indonesia kepada umat yang beragama dengan konten dan promosi yang terjadi mudah-mudahan itu bisa menjadikan pelajaran di kemudian hari," katanya.

Pengacara dan investor Holywings Hotman Paris sebelumnya mengingatkan bahwa Holywings memiliki 3.000 karyawan yang akan terdampak apabila ditutup. Beberapa pihak mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) untuk menutup tempat hiburan malam tersebut setelah kontroversi promo minuman gratis untuk nama Muhammad dan Maria.

Hotman Paris mengatakan promo Muhammad dan Maria tersebut dikeluarkan oleh segelintir orang tanpa persetujuan manajemen. Pasalnya promo diunggah saat para petinggi manajemen tengah berada di Bali untuk persiapan peresmian Holywings Canggu Bali.

"Intinya ini kan kekhilafan dari perorangan, ya biarkan aja dan ini sudah diperiksa oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Jangan lupa, ini yang penting, Holywings itu punya karyawan hampir 3.000," kata Hotman dikutip dari Tempo, Minggu (26/6/2022).

Dari total 3.000 karyawan yang dimiliki Holywings, Hotman mengatakan 2.850 orang beragama Islam. Kondisi tersebut dipastikannya tidak akan menjadikan Holywings berusaha menistakan agama dalam bisnisnya.

"Dari 3.000 ini kurang lebih 2.850 adalah karyawan yang beragama Islam dan saya sebagai investor pasti tidak akan mengizinkan ini karena Hotman salah satu putra indonesia beragama Kristen yang sangat dekat dengan Islam," katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah resmi mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta pada Senin, 27 Juni 2022. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Benny Agus Chandra pencabutan izin tersebut berdasarkan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sesuai arahan Gubernur untuk bertindak tegas,  sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Benny dikutip dari laman PPID DKI Jakarta, pada Senin (27/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta hotman paris Holywings
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top