BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta 502.04 Ribu Orang

BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta bertambah 3.750 orang sehingga totalnya mencapai 502.04 ribu orang atau sekitar 4,69 persen dari total jumlah penduduk.
Sejumlah anak bermain di depan rumahnya di kawasan Kebun Melati, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sejumlah anak bermain di depan rumahnya di kawasan Kebun Melati, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatatkan jumlah penduduk miskin di Jakarta bertambah 3.750 orang, sehingga totalnya mencapai 502.04 ribu orang atau sekitar 4,69 persen dari total jumlah penduduk.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2022, salah satu penyebab kenaikan angka kemiskinan di DKI Jakarta lantaran dihantam pandemi Covid-19.

Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono menyampaikan angka kemiskinan Jakarta pada periode Maret 2022 sebesar 4,69 persen meningkat 0,02 persen apabila dibandingkan dengan periode September 2021, tetapi turun 0,03 persen jika dibandingkan dengan Maret 2021.

"Bertambahnya jumlah penduduk miskin ini di antaranya disebabkan penurunan daya beli masyarakat karena dampak pandemi Covid-19 dan juga kenaikan harga barang jasa," katanya, dikutip melalui laporan BPS, Jumat (15/7/2022).

Lebih lanjut, dia menjabarkan selama periode September 2021–Maret 2022, ekonomi Jakarta tumbuh 4,42 persen tetapi inflasi juga tercatat cukup tinggi pada level 1,78 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan di mana harga naik 3,51 persen.

“Pada saat yang bersamaan, kucuran berbagai jenis bantuan sosial baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi yang dapat membantu menjaga daya beli belum secara optimal didistribusikan. Hal ini berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat miskin,” katanya.

Sekadar informasi, BPS DKI menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar untuk menghitung tingkat kemiskinan di Jakarta. Dengan pendekatan itu, BPS menilai kemiskinan merupakan ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan yang diukur dari sisi pengeluaran atau belanja.

BPS sendiri melakukan survei kemiskinan selama dua kali dalam satu tahun pada periode Maret dan September. Mengacu pada data BPS, angka kemiskinan di Jakarta pada September 2021 naik 0,02 persen dengan total warga miskin 498,20 ribu.

Selain itu, BPS DKI juga mencatat secara khusus penduduk sangat miskin bertambah 2.000 orang, dari 144,3 ribu orang pada September 2021 menjadi 146,3 orang pada Maret 2022. Tingkat ketimpangan di Jakarta juga naik. Indeks ketimpangan naik dari 0,411 pada September 2021 menjadi 0,423 pada Maret 2022. 

Ketimpangan pada kelompok pengeluaran terendah lebih tinggi dibandingkan kelompok-kelompok pengeluaran atas.

BPS DKI mengungkap pengeluaran penduduk pada kelompok 40 persen terendah berkurang dari 17,02 persen pada September 2021 menjadi 16,60 persen pada Maret 2022. Sebaliknya, pengeluaran kelompok 20 persen teratas meningkat dari 47,78 persen menjadi 50,18 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Akbar Evandio
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper