Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Sekolah Net Zero yang diresmikan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanmeresmikan empat sekolah dengan konsep net zero carbon.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 28 September 2022  |  14:27 WIB
Mengenal Sekolah Net Zero yang diresmikan Anies Baswedan
SMAN 96 Jakarta, Jakarta Barat salah satu sekolah berkonsep green building untuk mengurangi emisi karbon di DKI Jakarta. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan empat sekolah dengan konsep green building atau net zero carbon. Sekolah itu dibangun dengan desain ramah lingkungan untuk mewujudkan emisi rendah di Ibu Kota.

Adapun empat sekolah yang menjadi pilot project net zero carbon tersebut yakni: SDN Duren Sawit 14, Jakarta Timur; SDN Grogol Selatan 09, Jakarta Selatan; SDN Ragunan 08 Pagi, 09 Pagi, 11 Petang, Jakarta Selatan; dan SMAN 96 Jakarta, Jakarta Barat.

“Hari ini kita turut menjadi saksi peristiwa bersejarah bahwa hari ini kita di Jakarta resmi menjadi tempat pertama sekolah negeri yang mengusung konsep green building dan net zero emissions,” kata Anies di SDN Ragunan 08, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/9/2022).

Dikatakan, bahwa bangunan sekolah merupakan bangunan yang paling banyak dimiliki oleh pemerintah. Bangunan itu berkontribusi 39 persen emisi karbon global dan mengonsumsi 36 persen dari total energi global.

“Jadi, bangunan itu adalah kontributor terbesar. Kita sering kali melihat dekarbonisasi yang dipandang adalah kendaraan bermotor saja, tidak, sesungguhnya bangunan itu menyedot energi 36 persen kontribusi pada emisi karbon global 39 persen,” paparnya.

Rehabilitasi bangunan sekolah negeri di Jakarta ke depan akan mengarah ke konsep green building, mulai dari transisi energi dengan solar panel, penggunaan lampu hemat energi, hingga pengelolaan air limbah.

“Kita berharap, pembangunan sekolah net zero carbon ini juga dapat mendorong Jakarta mencapai target net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2050. Kita sedang berupaya menjadikan kota ini sebagai kota yang berkelanjutan di masa depan,” tandasnya

Dalam pembangunan sekolah net zero carbon, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan GBC Indonesia.

GBC Indonesia membantu melakukan simulasi dan analisis terkait desain pasif, terutama simulasi untuk pola aliran udara pada tapak, radiasi matahari pada selubung bangunan, serta simulasi pencahayaan untuk mengetahui apakah performa bangunan sudah baik dan dapat mengurangi penggunaan energi.

Pasalnya, simulasi aliran udara dapat membantu memprediksi arah dan kecepatan datangnya angin secara umum sehingga para perancang dapat menentukan posisi bukaan untuk memaksimalkan ventilasi alami. Simulasi radiasi matahari pada selubung bangunan membantu mengidentifikasi selubung bangunan yang terkena paparan panas matahari yang dapat mempengaruhi suhu dalam ruangan sehingga penggunaan AC dapat diminimalisir.

Selain itu, pencahayaan alami merupakan hal yang sangat penting di sekolah karena mempengaruhi performa belajar anak. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam penerangan atau lampu, cahaya matahari alami harus dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan kenyamanan termal dalam ruang.

Prinsipnya Pemprov DKI dan GBC Indonesia membangun sekolah net zero carbon mengoptimalkan desain bangunan. Hal tersebut diklaim mampu menurunkan kebutuhan konsumsi energi per tahun (IKE=Indeks Konsumsi Energi).

Ini memungkinkan pasokan energi dapat bertumpu sepenuhnya pada sistem energi terbarukan (renewable energy). Sistem energi terbarukan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi energi bangunan (IKE) yang sudah sangat diminimalkan dibandingkan dengan IKE yang diperlukan oleh praktik bangunan konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan emisi karbon sekolah
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top