Dituding Kolusi Proyek TIM, Jakpro: Ada yang Perlu Dievaluasi

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menanggapi dugaan pengaturan tender proyek Taman Ismail Marzuki (TIM).
Logo Jakpro/dokumentasi
Logo Jakpro/dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menanggapi dugaan pengaturan tender proyek Taman Ismail Marzuki (TIM).

Pada 6 Februari 2023, Jakpro akan melakukan sidang lanjutan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

VP Corporate Secretary Jakpro Syahrial Syarif mengatakan, batalnya proyek TIM yang sempat terjadi merupakan bentuk evaluasi.

Pada saat proses tender Jakpro menilai ada suatu hal yang tidak sesuai, sehingga pelaksanaan proyek TIM dilakukan pengulangan.

“Terkait ketidak sesuaian, saya belum tahu, nanti kita lihat proses penyilidikan, karena ini KPPU masih berproses, sidang baru satu kali,” jelas Syahrial kepada awak media, Senin (6/2/2023).

Terkait dengan sidang yang rencananya dilakukan hari ini, Syahrial menyampaikan pihak Jakpro akan melengkapi dokumen-doukumen yang dibutuhkan.

Sebagaimana diketahui, pada sidang sebelumnya KPPU mengumumkan pembacaan dugaan persekongkolan yang dilakukan oleh Jakpro.

Jakpro pun menilai bahwa tuduhan ini terlalu cepat.

“Seharusnya ini kita lakukan evaluasi dulu, harusnya tidak dibuka ke publik, kita masih berproses,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU RI Deswin Nur mengatakan, Jakpro diduga melanggar pasal 22 UU 5/1999 terkait persekongkolan tender. Diduga Jakpro berkolusi dalam memenangkan peserta tender tertentu.

“Saat ini sudah di tahapan sidang majelis. Terakhir di pemeriksaan pendahuluan. Di sidang terakhir, Jakpro membantah dugaan yang disampaikan investigator KPPU,” jelas Deswin.

Dia menyampaikan, KPPU akan melakukan pemeriksaan lanjutan, dan untuk itu memanggil sejumlah saksi dan ahli.

“Kami menduga, Jakpro membatalkan tender dan melakukan tender ulang sebagai bentuk pengaturan untuk memenangkan pelaku usaha tertentu,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper