Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemprov DKI Siapkan 5 Bus Transjakarta Uji Coba ke Bandara Soetta 4 Juli 2023

Pemprov DKI Jakarta siapkan 5-4 armada bus Transjakarta dalam uji coba ke Bandara Soetta yang dilakukan 4 Juli 2023
Bus Transjakarta melintas di Halte Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Bus Transjakarta melintas di Halte Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 4-5 armada bus Transjakarta untuk uji coba ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Uji coba ini dilakukan pada 4 Juli 2023.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa armada Transjakarta yang disiapkan untuk uji coba tujuan ke Bandara Soetta sebanyak 4-5 unit dengan tarif yang masih gratis.

“Uji coba sekitar 4 sampai 5 bus, untuk tarif belum karena masih uji coba,” ujar Syafrin di Balaikota Jakarta, Kamis (29/6/2023).

Rencananya, uji coba Transjakarta jalur Bandara Soetta tersebut akan dilakukan pada 4 Juli 2023 yang dimulai dari Kalideres menuju ke bandara internasional tersebut. Uji coba ini rencananya dilakukan dengan 2 layanan, yakni jam pagi hari dan jam sore hari.

“Akan ada 2 waktu layanan, pertama jam 06.00 WIB pagi sampai jam 09.00 WIB. Kedua jam 18.00 WIB sampai jam 21.00 WIB,” jelasnya. 

Syafrin menambahkan dalam uji coba tersebut diperkirakan perjalanan bus Transjakarta dari Kalideres ke Bandara Soetta memakan waktu maksimal 45 menit, sehingga total perjalanan pulang pergi mencapai 90 menit.

Dengan adanya uji coba tersebut, diharapkan dalam waktu 2 minggu Pemprov DKI sudah mendapatkan gambaran secara utuh terkait dengan karakteristik perjalanan penumpang, dan karakteristik operasional besaran tarif yang akan ditentukan kemudian. 

“Persiapan uji coba sudah siap, nantinya penumpang akan turun di 2 titik, yakni di terminal kargo dan Kantor KP2,” jelasnya. 

Berdasarkan catatan, BUMD DKI PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan rute Bandara Soekarno Hatta (Soetta) tidak hanya digunakan oleh karyawan bandara, melainkan untuk melayani publik yang bertujuan dan beraktivitas di kawasan tersebut.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan bahwa secara prinsip fungsi Transjakarta untuk melayani publik sehingga siapapun boleh naik transportasi ini, tidak dilihat dari latar pekerjaan.

“Transjakarta itu melayani publik, tetapi kalau bicara kawasan bandara itu kan bukan residensial, bukan orang yang tinggal di situ, tetapi kawasan ini menjadi pusat. Prinsipnya itu siapapun boleh naik,” ujar Welfizon.

Welfizon melanjutkan, rencana pelayanan rute Transjakarta ke Bandara Soetta fokus utamanya adalah melayani masyarakat yang berada di daerah sekitar bandara, di mana terdapat 40.000—50.000 orang yang bekerja di kawasan tersebut. 

“Bisa dibayangkan, ada yang dorong-dorong troli, yang bantuin tidak semuanya pekerja kantor, hal seperti ini mereka juga bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan transportasi publik,” jelasnya.  

Dengan demikian, rencana layanan bus Transjakarta tersebut tidak bisa dipersepsikan menjadi bus karyawan bandara, sebab tidak hanya pekerja PT Angkasa Pura (AP) II saja yang berada di kawasan tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper