Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Bedah 100 Kampung Kumuh Hingga 2014

Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus berupaya menata kawasan kumuh agar menjadi daerah layak huni atau dikenal dengan sebutan kampung deret.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 13 Juli 2013  |  01:40 WIB
Jokowi Bedah 100 Kampung Kumuh Hingga 2014

Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus berupaya menata kawasan kumuh agar menjadi daerah layak huni atau dikenal dengan sebutan kampung deret.

Taak tanggung-tanggung pada tahun depan, 100 kawasan kumuh ditargetkan sudah ditata menjadi kampung deret. Salah satu kawasan itu Kampung Kalimati, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut Jokowi proses pendataan wilayah untuk dijadikan kampung deret terus dilakukan.

"Untuk 2014, Nanti kampung mana saja yang akan ditata," ujarnya saat  mengunjungi Kampung Kalimati, seperti dikutip situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat (12/7/2013).

Jokowi mengaku kerap mendapatkan keluhan warga terkait kondisi wilayahnya yang kumuh.

Tak hanya itu, warga juga kerap mengeluh kawasannya terlalu rendah sehingga dengan mudah air menggenangi lingkungan warga.

Untuk memastikan keluhan warga, Jokowi mendatangi langsung lokasi tersebut dan memasukkannya dalam daftar kampung deret untuk tahun depan.

Dia pun meminta lurah setempat menginventarisir jumlah warga yang bermukim di lokasi tersebut sehingga bisa diperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan kampung.

"Saya sudah bicara ke Pak Lurah untuk menginventarisasi Kartu Keluarga (KK) dan lahannya sehingga nanti pas dilaksanakan di tahun 2014, lebih mudah," kata Jokowi. (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi kampung deret kampung kumuh bedah kampung
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top