Pedagang Kambing Tolak Pemindahan RPH Tenabang

Bisnis.com, JAKARTA - Pedagang kambing kawasan Tanah Abang menolak relokasi rumah pemotongan hewan (RPH) ke wilayah luar DKI Jakarta.
Hedwi Prihatmoko
Hedwi Prihatmoko - Bisnis.com 14 Agustus 2013  |  16:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pedagang kambing kawasan Tanah Abang menolak relokasi rumah pemotongan hewan (RPH) ke wilayah luar DKI Jakarta.

Aan (57), pedagang kambing di Jl. Haji Sabeni, mengatakan sejak dulu kawasan Tanah Abang sudah identik dengan pasar kambing, termasuk dengan rumah pemotongannya.

Oleh karena itu, dia berharap pemindahan RPH Blok G Tanah Abang ke Jl. Haji Sabeni bisa berlaku permanen dan tidak hanya untuk sementara saja.

“Pasar kambing di sini [Tanah Abang] sudah turun temurun. Bersihin sih boleh saja, tapi jangan ngubah tradisinya,” kata pedagang kambing yang juga menjadi salah satu warga di Jl. Haji Sabeni ini, Rabu (14/8).

Dia meyakini limbah dari RPH nantinya tidak akan terlalu mengganggu warga sekitar. Apalagi, lanjutnya, hampir semua pedagang kambing yang terdapat di kawasan ini merupakan warga sekitar juga.

Di sisi lain, pendapat berbeda dikemukakan oleh warga lain yang tidak berprofesi sebagai pedagang kambing. Badar (43), warga yang tinggal persis di depan pasar kambing Jl. Haji Sabeni, mengaku berkeberatan dengan rencana pemindahan RPH ke wilayah tersebut.

Penjual air minum isi ulang ini berharap pemerintah daerah benar-benar bisa merelokasi RPH Blok G ke luar wilayah DKI Jakarta atau setidaknya jauh dari pemukiman warga.

“Keberatan, kalau bisa [RPH] dicarikan yang jauh dari pemukiman. Soalnya, tambah kotoran isi perut, sama bau amis dan darah,” katanya. Menurutnya, limbah yang dihasilkan dari RPH akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan kondisi saat ini yang masih hanya berupa pasar kambing saja.

Apalagi, RPH tersebut nantinya tidak hanya akan melayani pemotongan dari pasar kambing kawasan Tanah Abang saja, tetapi juga dari wilatyah-wilayah lain selain Tanah Abang.

Seorang warga yang tinggal di Jl. Jati Timur, dekat RPH Blok G Tanah Abang mengungkapkan sebelum diadakan pembongkaran, RPH di Blok G melayani pemotongan sekitar 3-4 truk hewan dalam sehari.

“Kalau hujan, gotnya jadi nggak jalan gara-gara limbah. Jadinya banjir dan bau,” kata pria berusia 63 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya ini.

Walikota Jakarta Pusat Saefullah mengatakan pihaknya akan terus mengedukasi warga agar RPH bersedia dipindahkan ke luar wilayah DKI Jakarta.

“Masyarakat harus diedukasi terus bahwa kita sudah ada perda yang melarang pemotongan di dalam kota Jakarta,” ujarnya.

Dia mengakui langkah relokasi tersebut akan menemui banyak pro dan kontra dari masyarakat sehingga realisasinya sulit terwujud dalam jangka pendek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenabang, rph, blok g, kambing

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top