Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Jakarta: Hipmi Jaya Dorong DKI Pacu Rumah Susun

Hipmi Jaya mendorong Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan rumah tinggal vertikal atau rumah susun murah sebagai solusi tempat tinggal bagi warga yang saat ini tinggal di kawasan banjir.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Januari 2014  |  22:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Hipmi Jaya mendorong Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan rumah tinggal vertikal atau rumah susun murah sebagai solusi tempat tinggal bagi warga yang saat ini tinggal di kawasan banjir.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Hipmi Jaya Rama Datau, menanggapi tingkat potensi banjir di Jakarta yang sangat tinggi, dan bisa mengganggu kehidupan masyarakat serta kegiatan bisnis lainnya.

""Kita harap Pemprov DKI fokus pada pembangunan rumah susun, untuk mengurangi korban banjir ini," ujarnya, Jumat 917/1/2014).

Yuke Yurike, anggota Hipmi Jaya, menambahkan pihaknya juga mengharapkan Pemprov DKI Jakarta dapat merelokasi perumahan kumuh di bantaran sungai yang bangunannya mempersempit badan sungai dan warganya membuang sampah langsung ke dalam sungai.

Anggota Hipmi Jaya lainnya, Bima Saksono mengusulkan pembuatan tempat pengolahan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan di setiap RT untuk mengurangi beban tempat penimbunan sampah serta memperbanyak daerah resapan air dengan taman kota dan penghijauan.

Sejumlah anggota Hipmi Jaya merasakan penurunan produktifitas dan efisiensi kerja hingga 10 kali lipat akibat kondisi hujan lebat dan banjir yang diperkirakan BMKG akan berlangsung hingga pekan depan ini, bahkan ada yang telah melakukan antisipasi berupa relokasi fasilitas produksi ke luar Jakarta.

Misalnya saja, anggota Hipmi Jaya yang memiliki usaha kerajinan tas Agung Nugroho Redline mengatakan telah merelokasi pabrik usahanya ke Jogjakarta sejak delapan bulan belakangan.

Adapun di Jakarta, katanya, hanya menjadi kantor pemasaran dan administrasi.

"Menurut saya, Jakarta tidak strategis untuk industri manufaktur, selain potensi banjir, biayanya tinggi. Jadi, Pemprov DKI Jakarta harus memikirkan regulasi agar seluruh industri manufaktur harus direlokasi ke luar Jakarta," ujarnya.

Dia menambahkan jika Jakarta dan bahkan kota-kota satelitnya lebih cocok untuk industri kreatif, kuliner, kantor perwakilan bisnis dan industri keuangan.

Untuk membantu korban banjir, Hipmi Jaya telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di lima wilayah di DKI Jakarta, paska terjadinya banjir yang melanda di beberapa lokasi di Jakarta beberapa hari lalu.

Adapun bantuan yang diberikan yakni berupa bantuan pengobatan, tim medis, paket perlengkapan kebersihan, mandi dan pakaian bersih.

Rama Datau mengatakan bantuan itu merupakan kerjasama anggota Hipmi yang memiliki usaha Rumah Sakit dan Badan Pengurus Cabang di di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

“Kami mengerahkan tim medis, bantuan pengobatan dan paket alat kebersihan untuk setidaknya 1.000 warga yang terkena dampak banjir," ujarnya.

Bantuan diserahkan oleh Ketua Umum Hipmi Jaya Periode 2014-2017 Rama Datau secara simbolis kepada Ibu Enok, Ketua RT 015 RW 07, Jalan Masjid Al Makmur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hari ini (17/1), yang juga dihadiri para anggota Hipmi Jaya.

Rama mengatakan Hipmi Jaya juga berkomitmen untuk membantu dan mendukung penanggulangan banjir di Jakarta, baik jangka pendek atau panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta rusun hipmi jaya
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top