Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berikut Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Selama Ramadan

Sejumlah tempat hiburan di Jakarta tidak boleh beroperasi selama bulan Ramadan 2014 dengan ancaman sanksi izin usahanya dicabut jika melanggar aturan tersebut.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 23 Juni 2014  |  12:11 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah tempat hiburan di Jakarta tidak boleh beroperasi selama bulan Ramadan 2014 dengan ancaman sanksi izin usahanya dicabut jika melanggar aturan tersebut.

Usaha tempat hiburan tersebut adalah klab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan serta usaha bar yang berdiri sendiri atau melekat pada klab malam.

Grace Mandagi, Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Utara, mengatakan pengelola tempat hiburan yang terbukti melanggar diancam kurungan selama 3 bulan atau denda maksimal Rp5 juta, serta sanksi terberat dicabut izin operasinya.

“Kami minta mereka mematuhi peraturan daerah dan surat keputusan gubernur yang mengatur jam operasi serta jenis hiburan apa saja yang diizinkan buka selama bulan Ramadan,” katanya, seperti dikutip dari situs Beritajakarta, Senin (23/6/2014).

Pengaturan usaha tempat hiburan selama Ramadan itu berdasarkan Peraturan Daerah No.19/2004 tentang Kepariwisataan dan Surat Keputusan Gubernur DKI No.98/2004 tentang Waktu penyelenggaraan industri pariwisata di Jakarta.

Selanjutnya, Perda dan SK gubernur itu diperjelas dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta No.15/SE/2014 per tanggal 23 Mei 2014.

Dia menjelaskan selain tempat hiburan yang tidak boleh beroperasi selama bulan Ramadan ada juga usaha serupa yang dapat tetap beroperasi dengan pengaturan jam operasinya.

Adapun usaha tempat hiburan yang boleh beroperasi pada pukul 20.30-01.30 WIB selama Ramadan adalah karaoke, musik hidup dan bola sodok yang menjadi fasilitas di karaoke dan live music.

Namun, lanjutnya, khusus pada hari-hari tertentu tempat hiburan itu tidak boleh beroperasi yaitu pada satu hari sebelum Ramadan, hari pertama bulan puasa itu dan pada malam Nuzulul Qur’an.

“Kemudian tutup satu hari sebelum Idul Fitri hingga hari kedua lebaran dan satu hari setelah hari lebaran,” ujarnya.

Grace menjelaskan usaha tempat hiburan yang boleh beroperasi selama Ramadan adalah jasa pariwisata, agen perjalanan, pramuwisata, konsultasi, informasi, manajemen hotel dan ruang pertemuan.

Selanjutnya usaha rekreasi hiburan seperti bioskop, bola gelinding, seluncur, fitness, golf, driving range, pangkas rambut, gelanggang renang, taman margasatwa, pagelaran kesenian, pertunjukan temporer dan kolam pancing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata karaoke tempat hiburan malam
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top