Mulai 1 April 2015, Stasiun Nambo Bogor Layani Penumpang KRL

Stasiun Nambo di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat resmi melayani keberangkatan dan kedatangan Kereta Rel Listrik Commuter Line mulai 1 April 2015. Setiap hari dijadwalkan sebanyak 10 kali perjalanan KRL Commuter Line yang melayani rute atau relasi Nambo-Depok dan Nambo-Duri serta sebaliknya Depok-Nambo dan Duri-Nambo tersebut
Nurudin Abdullah | 07 April 2015 22:23 WIB
Stasiun Nambo Bogor akan melayani penumpang KRL Bogor. - semboyan35.com

Bisnis.com, JAKARTA-Stasiun Nambo di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat resmi melayani keberangkatan dan kedatangan Kereta Rel Listrik Commuter Line mulai 1 April 2015.

Setiap hari dijadwalkan sebanyak 10 kali perjalanan KRL Commuter Line yang melayani rute atau relasi Nambo-Depok dan Nambo-Duri serta sebaliknya Depok-Nambo dan Duri-Nambo tersebut.

Perjalanan KRL dari stasiun Depok ke stasiun Nambo mencapai sejauh sekitar 18,35 km, yang melewati 4 stasiun yaitu stasiun Citayam, stasiun Pondok Rajeg, stasiun Cibinong dan stasiun Gunung Putri.

Namun, untuk sementara pihak PT KAI Commuter Jabodetabek belum mengoperasikan stasiun Pondok Rajeg dan stasiun Gunung Putri untuk menaikkan-menurunkan penumpang di di stasiun itu.

Pertanyaannya, apakah stasiun Nambo merupakan stasiun baru? Jika dikaitkan dengan pengoperasian KRL Commuter Line, yang menggunakan jaringan kabel listrik, memang fasilitas tersebut relatif baru.

Bersama 3 stasiun di jalur yang sama, stasiun Nambo menjadi stasiun baru yang diresmikan pada 1997. Pada awalnya jalur itu direncankan untuk menghubungkan jalur lingkar, mulai dari Cikarang hingga Parung Panjang.

Selain itu rencana pembangunan stasiun dengan jaringan rel mulai dari Cikarang hingga Parung Panjang itu terpaksa ditunda sebagai dampak dari krisis ekonomi pada 1997.

Selanjutnya, stasiun Nambo mengalami beberapa kali revitalisasi dan yang paling akhir pada 1997 dengan 6 jalur rel kereta yang difungsikan sebagai stasiun kereta barang.

Untuk itu PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk sepakat mengoperasikan stasiun Nambo dan kereta barang guna mengangkut semen merek Tiga Roda ke stasiun Banyuwangi Baru, di Jawa Timur.

Kereta pengangkut semen itu menempuh perjalanan dari stasiun Nambo ke stasiun Banyuwangi Baru, sejauh sekitar 1.060 km selama 23 jam dengan kecepatan rata-rata 50-100 km per jam.

Selanjutnya KAI mengoperasikan Kereta Rel Disel (KRD) Tanah Abang relasi Jakarta -Nambo sejak 2002 dan bertahan hingga 2007 kemudian berhenti operasi karena kondisi kereta yang sudah dua.

Namun, pihak KAI kembali memperbaiki jalur Nambo-Depok dengan memasang gardu listrik dan tiang listrik aliran atas sehingga KRL Commuter Line dapat melintas masuk stasiun Nambo mulai 1 April 2015.

Tag : Jakarta, lalu lintas, krl
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top