Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Derai Air Mata di Kampung Pulo

Raut wajah Sandyawan Sumardi pagi itu, Kamis (20/8), tak seperti hari biasanya. Pria yang terlihat berusia paruh baya tersebut tak jarang menutupi sebagian mukanya dengan telapak tangan.
Pembongkaran Kampung Pulo/Antara
Pembongkaran Kampung Pulo/Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Raut wajah Sandyawan Sumardi pagi itu, Kamis (20/8), tak seperti hari biasanya. Pria yang terlihat berusia paruh baya tersebut tak jarang menutupi sebagian mukanya dengan telapak tangan.

"Saya sudah bilang relokasi warga Kampung Pulo ini bukan hal yang sederhana," ujar Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka sekaligus perwakilan warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur tersebut.

Alasan pria yang identik dengan topi pet hitam ini merasa gelisah tak lain lantaran melihat kalutnya situasi yang tengah terjadi di Jalan Raya Jatinegara Barat.

Melalui kedua matanya yang memerah, Sandyawan hanya bisa membisu ketika melihat warga Kampung Pulo melakukan adu fisik dengan aparat berseragam cokelat. Warga yang sebagian besar masih berusia muda tersebut berlarian sambil melempari batu atau benda-benda yang ada di sekitar mereka ke arah petugas keamanan.

Tak pelak, aparat yang terdiri dari Satpol PP dan Polisi tersebut membalas serangan warga dengan tembakan gas air mata. Teriakan warga dan aparat pun bergaung begitu kencang. Suara tembakan gas yang membuat mata perih dan menyesakkan nafas siapapun yang ada di dekatnya memecah suasana pagi di sekitar Pasar Jatinegara. Tak pelak, ruang udara di area tersebut penuh akan asap.

Sandyawan mengaku dirinya sudah mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan amarah warga. Sebelum bentrok fisik terjadi, dia terlihat berbicara serius dengan Kapolres Jakarta Timur Umar Faroq.

Di tengah-tengah situasi yang mulai memanas, dia mengklaim telah menawarkan win-win solution untuk kedua belah pihak. Permintaannya kepada Kapolres Jakarta Timur hanya satu, pembongkaran bangunan agar dilakukan untuk warga yang sudah memiliki kunci rusun, bukan seluruh penduduk Kampung Pulo.

Sayangnya, komunikasi antara aparat dan warga menemui jalan buntu setelah Camat Jatinegara Sofyan Taher menegaskan akan menggusur semua bangunan dipinggir kali hari ini.

"Kami sudah mau bikin kesepakatan secara tertulis, tiba-tiba Camat datang bilang kalau relokasi harus selesai hari ini. Warga dengar itu langsung panas. Saya gak bisa lagi tahan amarah warga. Sekarang jadi ricuh begini," katanya seraya menitikkan air mata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper