Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Ricuh di HI: Ini Kronologi Perampasan Kamera 2 Jurnalis Asing Versi AJI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengungkapkan kronologi aksi perampasan kamera oleh polisi terhadap 2 jurnalis asing saat melakukan peliputan di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (1/12/2015).
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 01 Desember 2015  |  19:35 WIB
Ilustrasi demonstrasi ricuh - Antara
Ilustrasi demonstrasi ricuh - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengungkapkan kronologi aksi perampasan kamera oleh polisi terhadap 2 jurnalis asing saat melakukan peliputan di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (1/12/2015).

Dalam keterangan persnya, AJI menceritakan kasus kekerasan terhadap Archicco Guilliano, jurnalis ABC Australia dan Stephanie Vaessen, jurnalis Al Jazeera berawal saat keduanya meliput aksi unjuk rasa oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berakhir ricuh.

Lalu, Archicco Guilliano (Chicco) mengabadikan peristiwa kekerasan yang dilakukan polisi terhadap pengunjuk rasa. Namun, beberapa polisi yang melihat kejadian tersebut mendekati Chicco dan memintanya menghapus rekaman di kameranya.

"Beberapa polisi tiba-tiba mendatangi saya dan meminta saya untuk menghapus rekaman di kamera," kata Chicco, Selasa (1/12/2015).

Namun, Chicco menolak untuk menghapus rekaman video tersebut dan menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya adalah jurnalis ABC yang bertugas di Istana Merdeka.

Lalu, polisi marah dan mengabaikan penjelasan Chicco sehingga memukul jurnalis ABC Australia tersebut. Beberapa polisi lain sempat menghalang-halangi rekannya yang berusaha memukul Chicco.

Sementara itu, peristiwa yang dialami Chicco diabadikan oleh Stephanie melalui kamera handphone miliknya. Stephanie hadir di lokasi unjuk rasa untuk meliput demonstrasi AMP. Lalu, polisi yang melihat Stephanie sedang mengabadikan kekerasan polisi terhadap Chicco beralih marah kepada Stephanie.

"Sejumlah 5 polisi mendatangi saya dan secara agresif meminta saya untuk menghapus rekaman," ujar Stephanie.

Salah satu dari 5 polisi itu langsung merebut handphone milik Stephanie dan membawa pergi sambil menghapus video yang direkam oleh jurnalis Al Jazeera tersebut. Setelah dihapus, seorang polisi mengembalikan handphone milik Stephanie dan langsung meninggalkannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi aliansi jurnalis independen jurnalis
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top