Waktu Tunggu KRL di Stasiun Manggarai Kelamaan, Ini Penjelasan Dirut PT KCJ

Banyak warga Jabodetabek yang setia menggunakan moda kereta rel listrik (KRL) untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Feni Freycinetia Fitriani | 21 Desember 2016 18:50 WIB
Suasana di dalam gerbong berdekorasi dengan tema Museum Transportasi pada Kereta Rel Listrik (KRL). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA  - Banyak warga Jabodetabek yang setia menggunakan moda kereta rel listrik (KRL) untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Meski diklaim bebas macet dan memiliki jarak waktu lebih cepat, ada permasalahan pelik yang acap kali dirasakan para penumpang. Salah satunya adalah menunggu antrean kereta menuju stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Waktu tunggu KRL tersebut bervariasi, 5--20 menit. Alhasil, penumpang yang memilih naik KRL karena terburu-buru justru harus menghabiskan waktu di dalam gerbong.

Permasalahan ini sudah lama menjadi perhatian PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ). Operator KRL di wilayah Jakarta dan sekitarnya tersebut mengakui bahwa ada hambatan dari dan menuju stasiun Manggarai.

"Lamanya waktu tunggu menuju stasiun Manggarai terjadi karena kereta harus antre. Kenapa? Karena jalurnya terbatas sehingga harus gantian, ini berlaku untuk KRL jurusan Bogor maupun Bekasi," ujar Direktur Utama PT KCJ M. Fadhil, Rabu (21/12/2016).

Dia menuturkan pemerintah pusat dan PT KAI sudah mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan jalur ganda (double track) dan peningkatan level stasiun lebih dari satu lantai.

"Pembagian level ini dilakukan untuk memisahkan secara fisik perpotongan jalur kereta," jelasnya.

Menurutnya, pekerjaan tersebut memakan waktu setidaknya tiga tahun. Jika rampung tepat waktu, maka tampilan baru stasiun Manggarai dapat dinikmati oleh para pengguna KRL di Jabodetabek.

"Selama pembangunan ini belum selesai, mohon maaf potensi antrean masuk dan keluar stasiun Manggarai masih akan terganggu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, pt kcj

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top