Pengelola Sanggar Seni Betawi: Kemarin Kesenian Betawi Mati Suri, Sekarang Mati Beneran!

Pegiat kesenian Betawi mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 24 April 2017  |  14:20 WIB
Pengelola Sanggar Seni Betawi: Kemarin Kesenian Betawi Mati Suri, Sekarang Mati Beneran!
Lenong Betawi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Seakan sudah jadi rahasia umum kesenian Betawi makin hari semakin terpinggirkan di Ibu Kota. Sanggar-sanggar seni tradisional berusaha bertahan di tengah kondisi tersebut.

Munir P Setyagus, Pemilik Sanggar Seni Citra Muda di Tebet, menuturkan pihak pemerintah provinsi DKI Jakarta belum begitu memperhatikan kesenian tradisional Betawi. Hal tersebut terlihat dari kurang dilibatkannya sanggar-sanggar Betawi untuk mengisi kegiatan tahunan seperti Ulang Tahun Jakarta, hingga perayaan tahun baru.

Padahal, kata dia, 3 tahun lalu sanggar-sanggar Betawi kerap dilibatkan dalam acara-acara tahunan tersebut. "Sekarang sudah tidak lagi. Perhatin pemda sekarang lagi menurun. Sekalipun ada lebaran Betawi, kami cuma nyumbang acara," katanya kepada Bisnis, Senin (24/4/2017).

Munir mengatakan, keterlibatan sanggar-sanggar seni Betawi dalam sebuah perhelatan sangat diperlukan sebagai cara untuk melestarikan kesenian tradisional khas Jakarta. Keterlibatan yang dimaksud adalah memberikan kesempatan sanggar-sanggar seni Betawi untuk menampilkan karya-karya pertunjukan, seperti lenong hingga gambang kromong.

"Kemarin kalau dibilang kesenian Betawi mati suri, sekarang mati beneran."

Meskipun demikian dia menuturkan kendati sepi tawaran dari pemprov,  tetapi pihaknya merasa beruntung karena memiliki jaringan dengan penyelenggara-penyelenggara acara untuk mengisi sejumlah kegiatan. Selain itu, ujarnya, di kampus-kampus pihaknya juga masih sering mendapat undangan mengisi acara.

"Di Taman Mini Indonesia Indah juga lumayan ada setahun sekali di anjungan DKI. Hitungannya sebulan kami selalu ada satu pementasan."

Munir kini berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan pengembangan pada sanggar-sanggar kesenian Betawi. Bukan dana yang diinginkan, kata Munir, tetapi kesempatan tampil di ajang-ajang yang digelar oleh Pemprov.  "Dibawa manggung untuk mempromosikan kesenian Betawi. Kami iri dengan kesenian-kesenian tradisional lain yang sudah pentas di level internasional. Jangan latihan-latihan saja, tetapi kami perlu tempat penyalurannya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
betawi

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top