Ini yang Dibahas Ahok-Djarot di Rutan Mako Brimob

Rombongan Pemprov DKI pada Selasa (16/5/2017) mengunjungi rumah tahanan Mako Brimob, Depok, untuk menjenguk Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 17 Mei 2017  |  10:18 WIB
Ini yang Dibahas Ahok-Djarot di Rutan Mako Brimob
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat (kiri) berbincang sebelum dimulainya konferensi pers yang dipimpin Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA -- Rombongan Pemprov DKI pada Selasa (16/5/2017) mengunjungi rumah tahanan Mako Brimob, Depok, untuk menjenguk Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya bertemu dengan Ahok dan melaporkan berbagai perkembangan program di DKI.

"Kami membahas beberapa program kerja dan saya juga melaporkan apa yang nanti dalam waktu dekat dikerjakan oleh pemprov," ujar Djarot di Balai Kota, Rabu (17/5/2017).

Menurut Djarot, pertemuan dengan Ahok tersebut antara lain tentang rencana konser Hari Kebangkitan Nasional dan rencana HUT DKI Jakarta.

Pada saat rapat pimpinan, kata Djarot, lokasi konser tersebut akan digelar di Kalijodo. Namun, setelah ada berbagai macam pertimbangan, maka lokasi di Kalijodo dipindah ke Waduk Pluit.

"Karena di Kalijodo rumputnya ini baru saja ditanam, jadi jangan sampai rusak ya. Kemudian tempat parkir tidak begitu memadai, yang bisa menyebabkan kemacetan," ujarnya.

Selain itu, kata Djarot, dalam rangkaian konser tersebut akan digelar pengajian yang tempatnya di makam Mbah Priok.

Menurut Djarot, Ahok telah berpesan agar Pemprov DKI untuk tetap melanjutkan pembangunan cagar budaya di makam Mbah Priok.

Ahok juga, kata Djarot berpesan agar beberapa program yang telah diusungnya untuk tetap dilaksanakan termasuk bedah rumah, pelatihan bagi pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) bagi tenaga harian kontrak.

Dia memberi contoh, pelatihan tersebut dilaksanakan di beberapa pabrik agar PPSU bisa mahir memasang baja ringan, mengecat, memasang untuk pasukan merah. Pelatihan tersebut diharapkan agar PPSU mendapatkan sertifikat berstandar nasional.

"Kalau bisa mereka para pekerja PPSU itu memeroleh sertifikat ISO, sehingga dia bisa kerja di mana-mana," ujarnya.

Djarot menambahkan, program lain yang harus diteruskan sesuai permintaan Ahok adalah terkait pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Seragam Petugas RPTRA

Ahok mengusulkan agar petugas RPTRA diberikan seragam khusus berwarna pink.

Intinya, kata dia, pertemuannya dengan Ahok membicarakan tentang program ke depan dan melaporkan apa yang sudah dan sedang dikerjakan.

Pertemuan dengan Ahok tersebut akan rutin dilaksanakan, terutama jika ada kebijakan krusial. Sebab, kata dia, setelah dirinya dilantik jadi Plt Gubernur DKI, dirinya masih harus tetap lapor kepada Ahok.

Selain itu, pada pertemuan tersebut, Djarot menuturkan kondisi Ahok di dalam penjara dalam keadan sehat dan tetap penuh semangat.

Ahok juga menyampaikan pesan, "Sudah, saya percaya sama Mas Djarot-lah, selamat bekerja," katanya menirukan Ahok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ahok Gubernur DKI, Sidang Kasus Ahok

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top