Pemkot Tangsel Diminta Kendalikan Perizinan Pembangunan Properti

Pembangun properti di wilayah Tangerang Selatan berpotensi menjadi masalah di kemudian hari jika pemerintah kota tidak mengatur dengan baik dan mengendalikannya.
Nurudin Abdullah | 23 November 2017 09:13 WIB
Kantor Wali Kota Tangerang Selatan. - Bisnis.com/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, TANGSEL - Pembangun properti di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) berpotensi menjadi masalah di kemudian hari, jika pemerintah kota tidak mengatur dengan baik dan mengendalikannya.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Enny Sri Hartati, mengatakan pengaturan dan pengendalian properti itu khususnya untuk tempat hunian, baik yang dibangun secara horizontal maupun vertikal.

“Pembangun properti hendaknya diarahkan pada penyediaan tempat hunian, dan bukan untuk investasi. Berinvestasi tidak dilarang, tetapi jika jumlahnya mencapai lebih dari 50% akan menjadi masalah,” kata Enny.

Dia menyampaikan hal itu dalam seminar bertema Pembangunan Tangsel kota kreatif berbasis ekonomi dan budaya, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tangsel di BSD, Tangsel, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, Pemkot Tangsel dapat belajar dari realitas di Jakarta dan kota-kota besar lainya dalam memberikan perizinan pembangunan mal dan supermarket yang terlalu banyak sehingga sekarang ini dikeluhkan mulai banyak yang tutup.

Enny menjelaskan banyak investor tertarik membangun properti di wilayah Tangsel karena melihat prospeknya saat ini, antara lain menjadi alternatif pilihan tempat hunian oleh sejumlah masyarakat komuter yang bekerja di Jakarta.

Akses transportasi yang cukup bagus Tangsel-Jakarta, baik jalan tol maupun kereta rel listrik, lanjutnya, menjadi pertimbangan masyarakat komuter untuk memilih tempat tinggal, disamping berbagai fasilitas kota yang sudah tersedia.

Sementara itu, Budayawan Tangsel, Uten Sutendhi, mengatakan pembangunan properti, khususnya perkantoran pemerintah dan swasta, hendaknya menyelipkan unsur khas kotanya, misalnya model Blandongan Tangsel.

Dengan demikian, lanjutnya, ketika orang dari luar kota datang ke Tangsel, langsung dapat merasakan nuansa khas Tangsel-nya, seperti orang yang datang ke Yogyakarta, Bali dan beberapa daerah lain.

“Seperti sekarang ini orang datang ke Kantor Walikota Tangerang Selatan tidak bisa langsung menangkap nuansanya yang khas Tangsel, karena desain bangunannya sangat modern, seperti di luar negeri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, tangerang selatan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top