Transparency International Indonesia : Jakarta Utara, Kota Paling Bersih dari Korupsi

Transparency International Indonesia, organisasi non-pemerintah asal Jerman yang bertujuan untuk memerangi korupsi politik menyatakan Jakarta Utara berada di posisi pertama sebagai kota yang paling bersih dari korupsi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Desember 2017  |  14:45 WIB
Transparency International Indonesia : Jakarta Utara, Kota Paling Bersih dari Korupsi
Warga menjala ikan di pintu air yang dipenuhi busa, di hulu Kanal Banjir Timur, Jakarta Utara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Transparency International Indonesia, organisasi non-pemerintah asal Jerman yang bertujuan untuk memerangi korupsi politik menyatakan Jakarta Utara berada di posisi pertama sebagai kota yang paling bersih dari korupsi.

Hasil survei Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang dilakukan selama Juni - Agustus 2017 dengan 1.200 responden pelaku usaha menunjukkan Jakarta Utara berada di posisi pertama dengan skor 73,9 sebagai kota yang bersih dari korupsi.

Pontianak (66,5) berada di posisi kedua, diikuti oleh Pekanbaru (65,5), Balikpapan (64,3), Padang (63,1), Manado (62,8), Surabaya (61,4), Semarang (58,9), Bandung (57,9), Makassar (53,4), dan Medan (37,4).

Dadang Trisasongko, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, menyebutkan ada enam indikator penilaian yang menjadi tolak ukur TII dalam melakukan survei.

"Ada beberapa yang hal yang harus dilakukan Pemprov untuk meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi. Ini sinkron dengan beberapa gagasan Gubernur untuk mengembangkan unit pencegahan korupsi," ujarnya di Balaikota, Rabu (20/12/2017).

Indikator tersebut yakni prevalensi, akuntabilitas, motivasi korupsi, sektor terdampak, instansi terdampak, dan efektivitas pemeberantasan korupsi.

Dadang menyebutkan sejumlah masukan bagi Pemprov DKI khususnya untuk meminimalisir korupsi dari sektor usaha.

"Ini kan respondennya usaha jadi tentu pembenahan di tata kelola perizinan dan pengadaan pembenahan itu punya potensi besar untuk meningkatkan skor," katanya.

TII juga mengimbau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjaga transparansi dalam birokrasi pemerintahan daerah Ibukota.

Menurutnya transparansi daerah merupakan nilai tambah selain untuk mencegah korupsi juga dalam hal keterlibatan publik dalam pemerintahan daerah.

"Yang paling penting mempertahankan transparansi tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta. Itu pilar penting untuk bisa mencapai kondisi-kondisi lain untuk mencegah korupsi," ujarnya.

Survei Indeks Persepsi Korupsi Indonesia dilakukan setiap dua tahun sekali, pada 2015 Jakarta Utara menempati posisi keenam dengan skor 57.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jakarta utara, transparency international indonesia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top