Proyek Listrik Berbasis Sampah DKI Jakarta Dilirik Investor

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik untuk menanggulangi permasalahan sampah di Ibu Kota.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 21 Mei 2018 18:44 WIB
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno saat menghadiri acara 'coffee morning' di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (6/11). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik untuk menanggulangi permasalahan sampah di Ibu Kota. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk dapat menanggulangi sampah di perkotaan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan. Adapun cara untuk menanggulangi sampah di Ibu Kota ini dengan menggunakan konsep Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi listrik.

"Kita ingin mendorong bagaimana WtE plant atau sampah menjadi listrik, sampah menjadi berkah terwujud. Kemarin kita mulai [pencanangan] kontruksi [PT Jakarta Propertindo/JakPro] dan Fortum di Sunter, Jakarta Utara [membuat Intermediate Treatment Facility/ITF]," kata Sandi hari ini Senin (21/5/2018).

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menghadapi permasalahan sampah yang dihasilkan warga sekitar 7.000 ton per hari. Sampah tersebut bila tidak dikelola dengan baik maka mengakibatkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi akan penuh dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih lanjut, Sandi menjelaskan salah satu perusahaan yang menangkap peluang bisnis di sektor WtE ini, yaitu General Electric Indonesia (GE). Dia menambahkan bahwa GE tersebut merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia dan menaruh minat besar terhadap permasalahan sampah.

"GE hadir untuk menawarkan teknologi, mereka ingin juga berinvestasi," ujarnya.

Sandi menjelaskan bahwa saat ini berbagai negara telah mendukung konsep WtE ini. "Kita lihat kemarin [negara-negara] Eropa Utara [seperti Finlandia membangun ITF] di Sunter, Amerika [dengan] GE, beberapa dari China, Jepang, dan negara Asia Tenggara," imbuhnya.

Sandi menambahkan bahwa GE juga tertarik untuk membantu Pemprov DKI menanggulangi permasalahan kesehatan dan energi solar (cahaya).

"[Mereka menangkap] peluang di Industri kesehatan, mereka akan buka lapangan kerja, bidan-bodan diberikan akses menggunakan alat ultrasonography [USG] yang bisa memberikan kemampuan bidan meneliti kalau ada calon ibu hamil [dalam kondisi] sungsang. [Terkhir] adalah renewable energy untuk [energi] solar di Kepulauan Seribu," ungkapnya.

Tag : dki jakarta
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top