Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Batal di Monas, Tarawih Akbar akhirnya Digelar di Masjid Istiqlal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi tempat Salat Tarawih Akbar dari Monumen Nasional ke Masjid Istiqlal karena mempertimbangkan saran berbagai tokoh agama.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 21 Mei 2018  |  20:35 WIB
Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ramadan 1439 H. - Antara/Wahyu Putro
Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ramadan 1439 H. - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi tempat Salat Tarawih Akbar dari Monumen Nasional ke Masjid Istiqlal karena mempertimbangkan saran berbagai tokoh agama.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk menggelar Salat Tarawih Akbar pada Sabtu (26/5/2018) nanti di Monumen Nasional (Monas). Akan tetapi, hal tersebut mendapat tentangan dari berbagai tokoh pemuka agama.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa alasan pemindahan lokasi tersebut berdasarkan pandangan para tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Kita taat pada apa yang menjadi pandangan para ulama, apalagi menyangkut urusan ibadah. Ini bukan urusan lain, kalau urusan ibadah kita ikut pada pedoman yang digariskan ulama," kata Anies, Senin Sore (21/5/2018).

Dia memastikan bahwa acara tersebut akan tetap berjalan sesuai dengan rencana awal. Bahkan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan pengelola Masjid Istiqlal untuk menggelar acara tersebut.

Selain itu, Pemprov DKI mempertimbangkan langkah untuk merelokasi tersebut karena alasan keamanan.

“Ada juga catatan mengenai keamanan dan lain-lain, memang lebih baik kita selenggarakan di masjid karena tujuannya adalah tarawih akbar, tempatnya kita selenggarakan di Istiqlal,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa tujuan dari Salat Tarawih Akbar ini digelar untuk meningkatkan ketakwaan warga Ibu Kota di Bulan Suci Ramadan. Dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat mempersatukan umat.

"Jangan sampai Tarawih Akbar ini menjadi pemecah belah," kata Sandi, Senin Pagi (21/5/2018).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarawih masjid istiqlal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top