Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin DKI Jakarta : Pertemuan Jokowi-Prabowo Beri Sinyal Positif Bagi Pasar

Pertemuan Jokowi-Prabowo memberi sinyal positif bagi pelaku pasar. Kekhawatiran selama ini bahwa kegaduhan perpolitikan akan berkepanjangan terjawab sudah.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  22:40 WIB
Kadin DKI Jakarta : Pertemuan Jokowi-Prabowo Beri Sinyal Positif Bagi Pasar
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha menyambut positif pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus, Sabtu (13/7/2019) lalu.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Sarman Simanjorang mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku dunia usaha.

"Pengusaha berharap kondisi perpolitikan di tanah air kita kondusif sehingga iklim usaha dan investasi kembali normal dan bergairah. Investor tidak ragu lagi untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia," katanya, Minggu (14/7/2019).

Dia menuturkan pertemuan Jokowi-Prabowo memberi sinyal positif bagi pelaku pasar. Kekhawatiran selama ini bahwa kegaduhan perpolitikan akan berkepanjangan terjawab sudah.

Pelaku usaha merasa lega dan memiliki optimisme perekonomian Indonesia ke depan semakin bergairah dan bertumbuh. Inti pertemuan kedua tokoh ini adalah kebersamaan, persatuan, dan kesatuan. Tidak ada lagi nomor 01 dan 02 serta istilah Cebong dan kampret yang ada adalah Garuda Pancasila dan Merah Putih.

"Saatnya bersatu membangun perekonomian bangsa, ditengah pertumbuhan perekonomian dunia yang tidak stabil dan perang dagang Amerika dan Tiongkok yang berdampak kepada perekonomian nasional," imbuhnya.

Sarman menambahkan ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan belanja pemerintah. Dia berharap keempat hal itu ditingkatkan dan diperbaiki pascapilpres 2019.

Setelah ini, dia menilai Presiden Jokowi sudah dapat fokus untuk menyeleksi calon-calon Menteri anggota Kabinet Kerja Jilid II masa bakti 2019-2024 yang profesional dan memiliki integritas tinggi.

Dia berharap ketika Presiden mengumunkan Kabinet baru direspon positif oleh pasar. Untuk itu, diperlukan figur menteri yang memiliki kompetensi dibidangnya, track record yang baik, mampu bekerjasama dan berkoordinasi untuk menghindari ego sektoral, serta leadership yang teruji.

"Kami mengusulkan kepada presiden untuk mempertimbangkan agar anggota Kabinet yang mengisi tim ekonomi jangan dari parpol, tetapi murni yang professional sehingga terhindar dari kepentingan politik," ucapnya.

Mulai dari Menko Perekonomian, Menkeu, Menteri Perdagangan, Perindustrian, BKPM, Menteri Kelautan, Menteri Pertanian, Menaker, BUMN, serta Menteri ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin dki
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top