Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI BangunJembatan Panah Asmara Rp14 Miliar di Pulau Tidung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Jembatan Panah Asmara di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, senilai Rp14 miliar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  12:15 WIB
Pemprov DKI  BangunJembatan Panah Asmara  Rp14 Miliar di Pulau Tidung
Pulau Tidung - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Jembatan Panah Asmara di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, senilai Rp14 miliar.

Sesuai kontraknya, pembangunan dilaksanakan 7 Mei sampai 2 Desember 2019.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Kepulauan Seribu, Mustajab, mengatakan jembatan itu akan sepanjang 60 meter di depan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pulau Tidung.

"Jembatan itu juga dibangun sebagai pembatas atau tanggul," katanya, Rabu  (23/10/2019).

Mustajab menerangkan penamaan Jembatan Panah Asmara karena bentuknya seperti busur panah.

Pembangunan tersebut diakunya merupakan aspirasi dan ide dari sejumlah pihak di Kepulauan Seribu Selatan saat melakukan dialog dengan Sudin SDA Kepulauan Seribu.

"Saat ini pembangunan jembatannya masuk dalam proses pemasangan tiang pancang sebagai fondasi jembatan," katanya sambil menambahkan, "Mudah-mudahan dengan adanya titik wisata baru ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan."

Pembangunan bukan hanya di Pulau Tidung.

Beberapa program diklaim Mustajab dilaksanakan di pulau lain di Kepulauan Seribu yakni Pulau Harapan senilai Rp14 miliar dan Pulau Kelapa senilai Rp16 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI pulau tidung

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top