Ada Suguhan Kuliner Tionghoa di Pergelaran Pecinan Batavia 2019

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 melibatkan 150 orang pengisi acara dari berbagai komunitas Tionghoa dan Betawi di Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:19 WIB
Ada Suguhan Kuliner Tionghoa di Pergelaran Pecinan Batavia 2019
Museum Fatahillah - wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA  - Pergelaran Pecinan Batavia 2019 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sabtu (16/11/2019) tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni budaya, tapi juga aneka kuliner khas Tionghoa dan Betawi.

Karnedi, Kepala Bidang Nilai Budaya dan Sejarah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, menyatakan pergerlaran itu menyuguhkan aneka makanan seperti dodol dan asinan, juga ada icip-icip jajanan seperti Es Selendang Mayang, Dongkal dan Kerak telor.

"Jadi tidak hanya menampilkan pergelaran drama kolosal, juga disajikan jajanan Tionghoa Betawi, khususnya jajanan Betawi yang ada unsur Tionghoanya seperti dodol, asinan dan manisan," katanya di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat (15/11/2019).

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 akan digelar di selasar Museum Kesejarahan atau Taman Fatahillah kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Pusat dimulai dari pukul 18.30 hingga 21.30 WIB.

Kegiatan ini terbuka dan gratis untuk masyarakat baik yang datang dari wilayah Jakarta maupun luar Jakarta seperti Bogor, Bekasi, maupun Tanggerang, cukup dengan menaiki KRL commuter line tujuan Stasiun Kota.

Karnedi mengatakan pergelaran ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan Budaya Betawi sebagai budaya asli warga Jakarta, sekaligus juga mengenalkan secara luas Budaya Tionghoa yang juga ikut mempengaruhi Budaya Batavia. "Pesan dari kegiatan ini adalah bagaimana merajut kebersamaan dalam keberagaman," kata Karnedi.

Pergelaran yang baru pertama kali diadakan tersebut selain menampilkan berbagai atraksi seni Budaya Tionghoa seperti Barongsai, Liong Barong, dan sebagainya, juga akan dimeriahkan oleh Budaya Betawi seperti ondel-ondel.

Puncak dalam acara ini adalah pertunjukan drama kolosal yang mengangkat peristiwa tanggal 9-10 September 1740 dikenal dengan Geger Pecinan.

Berangkat dari tragedi itu, Atien Kisam selaku sutradara mencoba mengangkat sejarah kelam tersebut disandingkan dengan realitas yang terjadi saat ini. Dia mengatakan setelah tragedi itu berlalu warga Tionghoa dan Betawi kembali bersatu bersama-sama ikut dalam perjuangan kemerdekaan.

"Tema dari drama kolosal ini adalah langgam hati dari Tirai Bambu, pesannya adalah tinggalkan luka lama, hidup di zaman sekarang saling berkolaborasi dan bersinergi," kata Atien.

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 melibatkan 150 orang pengisi acara dari berbagai komunitas Tionghoa dan Betawi di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
betawi, tionghoa, kota tua, taman fatahillah

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top