Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bekasi Tak Bisa Longgarkan PSBB Meski Kasus Covid-19 Turun, Kenapa?

Tren kurva Covid-19 mulai melandai itu terlihat dari tes massal menggunakan teknologi PCR yang dilakukan di Stasiun Bekasi hingga pasar tradisional.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  02:59 WIB
Petugas Kepolisian mengecek identitas mobil pribadi yang melintasi tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/5 - 2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas kendaraan yang berupaya membawa penumpang keluar Jabodetabek dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan saat penerapan larangan mudik. ANTARA
Petugas Kepolisian mengecek identitas mobil pribadi yang melintasi tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/5 - 2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas kendaraan yang berupaya membawa penumpang keluar Jabodetabek dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan saat penerapan larangan mudik. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Tren penurunan kasus baru positif virus corona di Kota Bekasi, Jawa Barat, berlanjut. Kendati begitu, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di wilayah tersebut akan bergantung pada kondisi penyebaran wabah tersebut di DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Kota Bekasi menyebut tren kasus positif Covid-19 di wilayah setempat mulai melandai.

Sejumlah pusat keramaian yang diprediksi tinggi angka positif dari orang tanpa gejala (OTG), justru cenderung kecil dari hasil uji secara acak. "Apa yang dikhawatirkan terjadi penambahan (dari tes massal di pusat keramaian) secara eksponensial, semakin lama terkendali," jelasnya.

Tren kurva Covid-19 mulai melandai itu terlihat dari tes massal menggunakan teknologi PCR yang dilakukan di Stasiun Bekasi hingga pasar tradisional. Di stasiun, dari 300 sampel hanya tiga orang yang dinyatakan positif. Hasil tes di 14 pasar, hanya tiga orang yang positif terpapar Covid-19.

"Yang penting adalah di titik-titik terakhir ini (pasar atau pusat keramaian) adalah disiplin," kata dia.

Jika protokol kesehatan dapat dijalankan dengan disiplin, menurut dia, bukan tidak mungkin pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi tidak lagi diperpanjang. PSBB Bekasi akan berakhir pada 26 Mei mendatang.

"Yang paling penting juga adalah episentrum kita, yaitu Jakarta. Karena hampir 60 persen (penduduk Bekasi) pergerakannya ke Jakarta," kata dia.

Pemkot Bekasi berharap pemerintah DKI Jakarta terus bekerja keras dalam menekan penyebaran virus corona di wilayahnya. Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat aturan pelarangan masuk ke Jakarta jika tanpa mengantongi surat izin keluar masuk Jakarta (SIKM).

"Kalau positif bisa dikendalikan, ODP dan PDP-nya juga bisa dikendalikan," kata dia.

Data terkini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi yaitu 280, dari semua kasus itu 193 diantaranya dinyatakan sembuh, 29 meninggal, dan 58 masih dalam perawatan medis. Adapun orang dalam pemantauan sebanyak 2320 sedangkan pasien dalam pengawasan sebanyak 930.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota bekasi covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top