Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Jawara Betawi Mardjuki, Makamnya Nyaris Tertutup Aspal Jalan

Nasib seorang jawara Betawi bernama Mardjuki sungguh mengenaskan, karena makamnya  hampir tertutup aspal jalan kampung di Pisangan Lama Jakarta Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  12:32 WIB
Warga melintas di dekat makam yang berada di jalan umum kawasan Pisangan Lama, Jakarta Timur, Selasa 16 Juni 2020. Warga setempat menyebutkan makam keluarga itu ada sejak 1940. - Antara/Kantor Kelurahan Pisangan Timur
Warga melintas di dekat makam yang berada di jalan umum kawasan Pisangan Lama, Jakarta Timur, Selasa 16 Juni 2020. Warga setempat menyebutkan makam keluarga itu ada sejak 1940. - Antara/Kantor Kelurahan Pisangan Timur

Bisnis.com, JAKARTA - Nasib seorang jawara Betawi bernama Mardjuki sungguh mengenaskan, karena makamnya  hampir tertutup aspal jalan kampung di Pisangan Lama Jakarta Timur.

Konon jawara Mardjuki disegani karena kesaktiannya. Meninggal pada jaman pendudukan akhir Belanda pada tahun 1940, makamnya tergusur jalan, tergusur perkembangan jaman.

Posisi makamnya rata bahkan lebih rendah dari permukaan aspal jalan kampung. Uniknya, makam itu dibiarkan tidak ditutup aspal jalan.

Kantor berita Antara menuturkan bahwa keturunan Mardjuki membenarkan kalau makam yang kini berada di jalan umum kawasan Pisangan Lama, Pulogadung, Jakarta Timur, berisi jenazah seorang jawara.

"Kata nenek saya, beliau sebutan zaman dulu jagoan Betawi. Ya jawara," kata cicit almarhum, Safitriani (36), di Jakarta, Rabu (17/6/2020) seperti dilaporkan Antara.

Makam jawara Mardjuki berikut batu nisannya masih terpasang utuh di tepi jalan umum RT 03/RW 04, Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Nama Mardjuki terpahat secara jelas di batu nisan. Sementara itu satu batu nisan di samping makam Mardjuki terpahat atas nama Nasyir yang merupakan kolega almarhum.

"Kalau saya ziarah saat Lebaran ya ke makam buyut saya Mardjuki dan koleganya Babeh Nasyir," kata Fitri.

Saat ini putri dari almarhum Mardjuki, Hj Muhana, masih hidup dan tinggal di sekitar kawasan Pisangan Lama.

Ketua RT 03/RW 04 Pisangan Lama, Basyir (54) membenarkan bahwa almarhum Mardjuki adalah seorang tokoh masyarakat setempat yang dimakamkan sekitar tahun 1940.

"Ini makam tokoh masyarakat di sini. Saat proses pembuatan jalan hingga pengaspalan pun masyarakat di sini tahu itu. Tidak ada yang terganggu, kecuali pendatang, mungkin agak kaget lihatnya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

betawi jakarta timur

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top