Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penumpang MRT Jakarta Melonjak Selama PSBB Transisi

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mengurangi risiko penularan Covid-19.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  16:43 WIB
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah penumpang transportasi moda raya terpadu (MRT) mengalami peningkatan pada masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mengurangi risiko penularan Covid-19.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan jumlah penumpang mulai mengalami peningkatan sejak pemerintah menghentikan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi PSBB transisi.

Saat dikeluarkan kebijakan tersebut stasiun MRT juga turut mempersiapkan operasional secara maksimal. Perlahan jumlah penumpang naik mulai dari 13.000, 18.000 hingga terakhir sekitar 20.000 orang per hari.

“Kebijakan work form home diterapkan tapi masyarakat mulai beraktivitas dan mulai menggunakan transportasi publik,” kata William saat webinar, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, kondisi ini turut meningkatkan kewaspadaan para petugas. Guna mengurangi risiko penularan di dalam MRT, perusahaan berupaya memastikan seluruh indikator kesehatan dapat berjalan secara maksimal.

Beberapa diantaranya adalah menyediakan hand sanitizer, pembersihan rutin fasilitas secara menyeluruh, pembersihan intensif rangkaian intensif ratangga hingga pemeriksaan suhu bagi penumpang.

Penumpang juga diwajibkan untuk mengenakan masker saat berada di dalam kereta. Adapun, bagi penumpang yang berdiri wajib berdiri ke arah lajunya kereta dan berjarak 1 meter dengan penumpang lainnya.

Sebelumnya, saat pandemi meluas dan pembatasan dilakukan di DKI Jakarta, MRT mengalami penurunan penumpang secara tajam. William mengakui tiap harinya penumpang hanya berkisar di angka 4.000 - 5.000 orang per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt mrt jakarta Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top