Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Hippi Jakarta Usulkan Jabatan Wakil Menkop UKM

Kalangan pengsuaha mengusulkan adanya jabatan Wakil Menteri Koperasi dan UKM jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  12:30 WIB
Ketua DPD Hippi DKI Jakarta Sarman Simanjorang - Istimewa
Ketua DPD Hippi DKI Jakarta Sarman Simanjorang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta mengusulkan adanya jabatan Wakil Menteri Koperasi dan UKM jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet.

Ketua Umum DPD Hippi DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan keberadaan wakil menteri sangat penting dan strategis mengingat nasib puluhan juta UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 memerlukan perhatian khusus.

Pelaku UMKM, lanjutnya, merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi sehingga banyak yang tutup, menunggak cicilan pinjaman pokok dan bunga, tunggakan kredit kendaraan bermotor hingga cicilan rumah.

"Mereka saat ini sudah banyak yang kehabisan modal karena sudah habis membiayai kebutuhan rumah tangga selama pandemi Covid-19 ini bahkan masuk dalam golongan miskin baru," kata Sarman dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

Di sisi lain, sektor UMKM ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional di antaranya menyediakan 96% dari total lapangan kerja, menyumbang 60,34% dari total PDB nasional, menyumbang 14,17% dari total ekspor, menggerakkan ekonomi akar rumput, meningkatkan daya beli dan konsumsi rumah tangga.

Dijelaskan Sarman, berkaca dari krisis ekonomi 1998 dan krisis moneter 2008, di mana UMKM tampil sebagai penyelemat ekonomi harus dapat diperankan kembali dengan penanganan khusus dari pemerintah.

"Di sinilah fungsi strategis Wakil Menteri Koperasi dan UMKM yang akan banyak di lapanngan membuka akses yang dibutuhkan UMKM, salah satunya modal kerja," tutur Sarman.

Dia menambahkan, jika pemerintah tidak dapat memberikan pinjaman modal kerja dengan persyaratan yang mudah, maka pelaku UKM akan mendapatkannya dari rentenir dengan bunga yang sangat besar. Dampaknya cicilan pokok dan bunga membengkak dalam jangka lama sehingga UMKM sulit naik kelas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kemenkop
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top