Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Bilang Reklamasi Ancol Kurangi Banjir Jakarta, Pengamat Bilang Tidak

Menurut dia, normalisasi sungai maupun naturalisasi juga bisa mengurangi sedimentasi sungai dan merelokasi warga yang ada di bantaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  10:34 WIB
Pengunjung menikmati suasana Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, Kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Pengunjung menikmati suasana Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, Kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan bahwa reklamasi Ancol bisa mengurangi banjir di Ibu Kota, tidak tepat.

"Untuk membebaskan warga dan kota Jakarta dari banjir yang harus dikerjakan adalah menata bantaran 13 kali dengan normalisasi atau naturalisasi," kata Nirwono melalui pesan singkatnya,MInggu (12/7/2020).

Menurut dia, normalisasi sungai maupun naturalisasi juga bisa mengurangi sedimentasi sungai dan merelokasi warga yang ada di bantaran.

Selain itu, untuk mengurangi banjir di DKI, perlu upaya serius dalam merevitalisasi 109 situ, danau hingga embung, yang juga berguna untuk mengurangi sedimentasi.

"Pemerintah juga perlu merehabilitasi saluran air kota termasuk menertibkan bangunan ilegal yang berdiri di atasnya," ucapnya terkait pernyataan Anies soal reklamasi Ancol tersebut.

Selain itu, pemerintah juga perlu menambah luas ruang terbuka hijau agar penyerapan air semakij maksimal. "Ini yang tidak banyak dilakukan oleh gubernur DKI dalam mengendalikan banjir."

Menurut Nirwono, jika keempat kebijakan tersebut ditetapkan justru sedimentasi di badam air seperti sungai hinga waduk bakal berkurang dengan signifikan. Banyaknya sedimentasi justru menunjukkan banyaknya terjadu erosi di badan air.

"Artinya menandakan kerusakan lingkungan."

Tugas gubernur saat ini adalah memperbaiki badan-badan air dengan empat langkah tersebut. Bukan berkelit menjadikan alasan reklamasi Ancol dapat mengurangi banjir di DKI, karena untuk menampung kerukan lumpur dari 13 sungai dan lima situ di DKI.

"Jika hal itu dilakukan justru proses reklamasi akan berhenti dengan sendirinya karena pasokan sedimentasinya akan berkurang atau hilang seiring dengan perbaikan lingkungan badan-badan air tersebut."

Kebijakan reklamasi Ancol dengan menampung sedimentasi kerukan sungai dan waduk, kata dia, justru akan memunculkan masalah lingkungan yang tetap memerlukan kajian tersendiri. Termasuk rencana penggalian terowongan Moda Raya Terpadu (MRT) fase dua. "Apakah sudah dilengkapi Amdalnya," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan reklamasi Ancol merupakan bagian dari program pengendalian banjir di Jakarta.

Hal tersebut kata Anies, lantaran lahan reklamasi yang terbentuk di pantai Ancol berasal dari lumpur hasil pengurukan sungai dan waduk di Jakarta.

"Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," ujarnya dalam video di Youtube Pemprov DKI, Sabtu (11/7/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ancol anies baswedan reklamasi

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top