Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan HIP di Depan Gedung DPR, Exit Tol MPR/DPR Dialihkan

Demo atau kegiatan menyampaikan pendapat itu, membuat Polri mengalihkan arus lalu lintas di exit tol MPR/DPR ke exit Slipi dan exit Tomang. Polri juga mengingatkan agar pengendara menghindari ruas jalan tersebut.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  11:19 WIB
Polri mengatur dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat di depan DPR/MPR, kamis (16/7/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter TMC Polda Metro Jaya
Polri mengatur dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat di depan DPR/MPR, kamis (16/7/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter TMC Polda Metro Jaya

Bisnis.com, JAKARTA – Polri mengamankan dan mengatur kegiatan menyampaikan pendapat di depan gedung DPR/MPR, Kamis (16/7/2020) siang ini.

Demo atau kegiatan menyampaikan pendapat itu, membuat Polri mengalihkan arus lalu lintas di exit tol MPR/DPR ke exit Slipi dan exit Tomang. Polri juga mengingatkan agar pengendara menghindari ruas jalan tersebut.

Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan dua aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (16/7/2020)

Dua aksi unjuk rasa tersebut, yakni menuntut pencabutan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dari Program Legislasi Nasional dan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

"Surat pemberitahuannya sudah masuk ke Polda Metro Jaya, pemberitahuannya saja, kita sudah menyurat ke Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (16/7/2020).

Yusri mengatakan pihaknya telah mempersiapkan personel untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

"Kepolisian siap mengamankan dan kita siap mengawal," ujarnya.

Meski demikian, Yusri belum mengungkapkan jumlah personel yang akan diturunkan untuk mengawal aksi tersebut.

Yusri juga mengimbau kepada peserta aksi tetap mengikuti protokol kesehatan selama mengikuti aksi karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Aturan protokol kesehatan harus tetap dijalankan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo ruu omnibus law
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top