Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di Jakarta, Anies: Sinyal Puncak Pandemi Sempat Tampak

Namun, Gubernur DKI Jakarta mengatakan tren itu tidak berlanjut pada dua pekan pertama bulan September 2020 lantaran kasus Covid-19 melejit.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 15 September 2020  |  21:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Amad Riza Patria memberi penjelasan perihal diberlakukannya kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bahwa tanda-tanda puncak pandemi Covid-19 gelombang pertama di DKI Jakarta sempat tampak pada akhir Agustus 2020.

“Beberapa ahli epidemiologi sempat menyampaikan, pak Anies, ada tanda-tanda puncak [Pandemi Covid-19] sudah terlewati karena di akhir Agustus itu kasus aktif dari 10.000 turun tinggal 7.000 kasus,” kata Anies dalam forum Indonesia Lawyers Club yang tayang Selasa (15/9/2020).

Dengan demikian, menurut Anies, sempat terjadi penurunan kasus aktif terkonfirmasi positif yang signifikan pada akhir Agustus lalu. Kendati demikian, tren itu tidak berlangsung lama setelah dua pekan pertama bulan September terjadi lonjakan kasus harian terkonfirmasi positif di atas 1.000.

“Begitu masuk bulan September kita menyaksikan penambahan kasus yang belum pernah kita lihat sebelumnya, naiknya itu vertikal. Dalam hitungan 12 hari terakhir itu sudah menyumbang 25 persen dari keseluruhan kasus selama enam bulan kita menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid I, PSBB kali ini fokus untuk mengatasi peningkatan penularan Covid-19 di kawasan perkantoran.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kasus terbanyak dari penularan Covid-19 berasal dari klaster perkantoran sehingga fokus PSBB jilid II adalah klaster perkantoran.

“Pembatasan di area perkantoran pemerintah dan kedisiplinan jam kerja telah berjalan. Tetapi, di swasta harus ada peningkatan kedisiplinan. Maka dari itu, ada kewajiban dari pimpinan untk mengatur kapasitas pegawai,” ujarnya dalam konferensi pers penerapan PSBB di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Adapun, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan 1.027 kasus konfirmasi positif Covid-19, Selasa (15/9/2020). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menuturkan pihaknya telah melakukan tes PCR terhadap 8.927 spesimen.

“Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.141 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.027 positif dan 6.114 negatif. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 72.395. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 59.594,” kata Dwi melalui keterangan resmi pada Selasa (15/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top