Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta Masih Larang Resepsi Nikah saat PSBB Transisi, Kenapa?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan kelonggaran untuk kegiatan atau upacara akad nikah saja.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:59 WIB
Simulasi pernikahan
Simulasi pernikahan "The New Normal Wedding Dummy Simulations" yang diadakan di Kamala Grand Ballroom Sleman City Hall pada Selasa (30/6/2020). - JIBI/Lajeng Padmaratri.\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan belum memberi izin bagi pelaksanaan resepsi pernikahan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi mengatakan pelonggaran kegiatan pernikahan hanya diberikan pada upacara akad nikah saja.

“Karena resepsi itu menimbulkan kerumunan sangat banyak, makanya kerumunan banyak belum boleh. Kenapa kalau bioskop boleh? Karena mereka mudah diatur dengan duduk enggak kemana-mana tapi kalau orang nikah kan jalan-jalan ke mana-mana itu yang dikhawatirkan,” kata Bambang kepada awak media pada Senin (12/10/2020).

Dengan demikian, dia mengatakan, pihaknya tidak bakal menyiapkan Surat Keputusan atau SK terkait dengan izin pelaksanaan kegiatan resepsi pernikahan.

“Kalau resepsi sih yang pasti belum diizinin kalau akad nikah kan maksimal 30 orang,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki PSBB transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12 - 25 Oktober 2020.

Keputusan itu berdasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. 

“Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” kata Anies melalui keterangan resmi pada Minggu (11/10/2020).

Di sisi lain, Disparekraf DKI Jakarta tengah menyusun Surat Keputusan atau SK terkait izin operasi kembali bagi Cinema XXI PSBB transisi. Hanya Cinema XXI yang sudah mengajukan proposal izin pembukaan kembali bioskop di tengah PSBB transisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Pemprov DKI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top