Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anies Klaim Testing Covid-19 di DKI Tepat Sasaran, Akurasi 85 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan 85 persen tes Covid-19 di Jakarta adalah kepada suspek, probable dan contact tracing.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  15:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berpose dalam acara Webinar Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta pada Selasa (24/11/2020) - JIBI - Nyoman Ary Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berpose dalam acara Webinar Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta pada Selasa (24/11/2020) - JIBI - Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan upaya penelusuran kontak erat Covid-19 di wilayah Ibu Kota relatif tepat sasaran. Malahan, Anies memastikan, tingkat akurasi testing Covid-19 di DKI menyentuh angka 85 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kapasitas testing Covid-19 sudah menyentuh di angka 135.000 orang per minggu. Artinya, kapasitas itu telah melampui standar WHO sebanyak 12 kali lipat.

“Sementara itu kapasitas testing kita juga terus meningkat hingga 135.000 orang per Minggu [12 kali standard WHO], dengan 85 persen tes di Jakarta adalah kepada suspek, probable dan contact tracing,” kata Anies melalui akun instagram pribadinya pada Kamis (28/1/2021).

Peningkatan kapasitas itu, imbuhnya, turut diimbangi dengan penambahan tenaga pelacakan kontak erat di tengah masyarakat.

“Tahun lalu kita telah merekrut 1.545 tenaga contact tracing,” ujar Anies.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat peningkatan kapasitas pemeriksaan sekaligus penelusuran kontak erat Covid-19 di wilayah DKI Jakarta tidak tepat sasaran.

Pendapat itu berdasarkan pada masih tingginya penambahan kasus kematian pasien konfirmasi positif Covid-19 harian di wilayah DKI Jakarta.

Belum lagi, Dicky menggarisbawahi, angka pemakaman jenazah dengan menggunakan protokol Covid-19 terbilang tinggi sejak akhir Agustus 2020.

“Sedangkan kasus kematian suatu angka yang sangat serius, karena menunjukkan peforma pengendalian pandemi di suatu wilayah. Jadi, kalau selama ada angka kematian ada yang salah dalam strategi pengendalian,” kata Dicky, Rabu (21/10/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Anies Baswedan Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top