Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDIP Usul Proyek Andalan Anies untuk Banjir Dicoret, Ini Respons Wagub Riza

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menolak usulan anggaran sebesar Rp100 miliar lebih untuk sumur resapan. Proyel itu merupakan andalan Anies untuk mengatasi banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 November 2021  |  05:47 WIB
Seorang pekerja membuat sumur resapan di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/7/2016). Pembuatan puluhan sumur resapan itu untuk mengantisipasi genangan saat hujan dan untuk menyimpan air di Kawasan Monas dan depan Istana Merdeka. - Antara
Seorang pekerja membuat sumur resapan di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/7/2016). Pembuatan puluhan sumur resapan itu untuk mengantisipasi genangan saat hujan dan untuk menyimpan air di Kawasan Monas dan depan Istana Merdeka. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons usulan Fraksi PDIP DPRD DKI mencoret anggaran sumur resapan yang menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengatasi banjir.

Dia mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi program sumur resapan atau drainase vertikal sehubungan dengan wacana pencoretan anggaran program tersebut pada RAPBD 2022 oleh DPRD DKI.

"Kami akan melihat sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran sumur resapan dalam dua tahun terakhir," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Riza menerangkan, pembangunan sumur resapan hanya satu dari beberapa program Pemprov DKI untuk pengendalian banjir. Dia pun meminta peran masyarakat memberikan evaluasi pada program pengendalian banjir tersebut.

"Silakan masyarakat warga Jakarta atau mana pun memberikan masukan saran dan kritik untuk perbaikan program yang dibuat, yang disusun bersama antara pemerintah provinsi dengan DPRD," ujar Riza.

Terkait  wacana pencoretan anggaran sumur resapan tersebut, Riza mempersilakan hal tersebut didiskusikan oleh DPRD dengan dinas terkait.

Pada prinsipnya pemerintah provinsi menyusun anggaran dan program tersebut sesuai kebutuhan yang ada untuk kebaikan kota dan warga Jakarta.

"Jadi program yang mana, disepakati dan dipilih berapa besarnya, tentu ada prioritas dan tahapannya," katanya.

Sebelumnya, dalam pembacaan pemandangan fraksi pada RAPBD 2022, Anggota Fraksi PDIP Agustina Hermanto mengatakan, pihaknya mendorong agar anggaran untuk program normalisasi dan restorasi sungai yang dianggarkan sebesar Rp1,2 triliun untuk ditingkatkan pada 2022.

Bahkan mengalihkan anggaran yang dinilai tidak jelas seperti sumur resapan dihapus dan dialihkan untuk normalisasi.

"Program yang tidak jelas seperti sumur resapan kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggaran dilimpahkan untuk normalisasi sungai," kata dia.

Tolak Anggaran Sumur Resapan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, pihaknya menolak usulan anggaran sebesar Rp100 miliar lebih yang akan digunakan untuk pembuatan sumur resapan.

Penolakan itu dilakukan pada rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2022.

Alasannya untuk menghapus anggaran pembuatan drainase vertikal karena program itu dianggap tidak memberikan dampak dan manfaat dalam pengendalian banjir. Padahal, jumlah uang yang digelontorkan sudah sangat besar.

"Tahun ini diajukan sekitar Rp100 miliar sekian, ga sampai Rp200 miliar. Tahun 2021 yang besar, Rp416 miliar kalau tidak salah. Besar kan," ujar Gembong di DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/11/2021).

DIa menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak menggunakan dana pembuatan sumur resapan untuk merelokasi penduduk di bantaran kali agar normalisasi dapat berjalan.

"Kalau dulu Pak Anies mau melakukan eksekusi dua pekerjaan, bisa selesai sekaligus. Penataan permukiman bisa tertata dengan baik kemudian pengentasan banjir juga bisa dilakukan dengan baik," kata Gembong.

Sejak awal menjabat, program pembangunan sumur resapan atau drainase vertikal ini menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mencegah banjir dan penurunan tanah di Jakarta.

Anies mengatakan pihaknya bahkan memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rumah yang memiliki sumur resapan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta pdip Anies Baswedan sumur resapan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top