Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pedagang Daging Sapi Diminta Tidak Mogok Jualan, Meski Harga Tinggi

Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) meminta pedagang daging sapi tidak mogok jualan meski harga daging masih tinggi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  17:53 WIB
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Pedagang daging sapi di bawah Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) diimbau tidak mogok jualan atau tetap melakukan pemotongan dan distribusi, meskipun tingginya harga masih menjadi persoalan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) JAPPDI Asnawi meminta seluruh pihak yang disebutkan untuk mematuhi imbauan tersebut. APPDI, lanjutnya, berkomitmen tetap melakukan pemotongan dan penjualan secara normal.

"Kami tetap melakukan pemotongan daging sapi yang tersedia secara normal serta membawa daging ke pasar untuk didistribusikan hingga ke tingkat konsumen," ujarnya Asnawi, Senin (28/2/2022).

Dengan demikian, sambungnya, keperluan daging di masyarakat bisa tetap terpenuhi. Namun, imbauan tersebut bukan solusi yang serta merta menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi oleh pedagang daging sapi.

Di Jakarta, kata dia, pedagang daging sapi berharap pemerintah memberikan subsidi menyusul tingginya harga daging sapi di Ibu Kota dalam beberapa waktu belakangan.

Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta Mufti Bangkit Sanjaya menilai pemberuan subsidi harga daging sapi merupakan solusi konkrit bagi para pedagang yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk menyetop persoalan yang terus-menerus muncul.

"Semoga harga daging dapat disubsidi oleh pemerintah agar masalah tuntas tidak terulang tiap tahunnya tanpa ada solusi kongkrit untuk para pedagang dan masyarakat," imbuhnya.

Dia menjelaskan harga daging sapi di Ibu Kota terlalu tinggi untuk dijual kepada masyarakat yang masih berurusan dengan persoalan rendahnya saya beli.

Menurutnya, masyarakat di Ibu Kota hanya mampu membeli daging sapi dengan banderol maksimal Rp120.000 per kg. Namun, kata Mufti, pedagang berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan apabila menaruh harga daging sapi sesuai dengan daya beli masyarakat.

Sebab, ujar Mufti, pedagang harus mendapatkan daging sapi dengan harga pokok penjualan (HPP) ditambah Rp130.000 per kg.

"Tentunya rugi. Dilematis kalau harus melihat breakdown modal para pedagang dan biaya-biaya operasional lainnya. Saya berharap para importir dan instansi terkait tidak melahirkan solusi yang hanya kompromis dengan menahan gejolak sesaat saja," tuturnya.

Berdasarkan informasi Pusat Informasi harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) sampai dengan Sabtu, 27 Februari 2022, daging sapi kualitas 1 di DKI Jakarta dibanderol Rp145.000 per kg, daging sapi kualitas 2 dibanderol Rp135.000.

Harga daging sapi di Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah di Pulau Jawa. Di Provinsi Jawa Timur misalnya, daging sapi kualitas 1 dibanderol Rp119.300, sedangkan daging sapi kualitas 2 Rp107.250.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi harga daging sapi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top