Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jakarta Gratiskan Pajak Rumah NJOP di Bawah Rp2 Miliar

Pemprov DKI Jakarta menggratiskan pajak rumah NJOP di bawah Rp2 miliar.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  10:58 WIB
Jakarta Gratiskan Pajak Rumah NJOP di Bawah Rp2 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta, Minggu (29/5/2022). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan - nz.\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan pajak rumah nilai jual objek pajak (NJOP) di bawah Rp2 miliar. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2022 tentang kebijakan Penetapan dan Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan Pedesaan Dan Perkotaan Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Tahun 2022.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan peraturan tersebut diterbitkan sebagai wujud kepedulian Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat Jakarta dan memulihkan ekonomi melalui pajak daerah.

“Pajak daerah memiliki peranan penting dalam kehidupan bernegara, sebagai sumber penerimaan daerah yang digunakan untuk membiayai semua pengeluaran daerah. Terlebih, di era pandemi, pemerintah memerlukan anggaran yang tidak sedikit sebagai upaya menanggulangi penyebaran wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi, termasuk di DKI Jakarta,” kata Anies dalam keterangan resminya dikutip Senin (13/6/2022).

Anies menambahkan, bahwa pembayaran pajak pada hakikatnya merupakan wujud gotong royong dalam memperkuat ekonomi di DKI Jakarta. Dia pun mengimbau masyarakat untuk dapat memanfaatkan insentif dan kemudahan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta.

Adapun isi kebijakan insentif fiskal dan kemudahan yang diberikan sebagai berikut:

1. Kebijakan Penerbitan SPPT PBB 2022
a. Objek rumah tinggal milik Orang Pribadi.
1) NJOP s.d. < Rp.2Miliar : Dibebaskan 100 persen. 
2) NJOP > Rp.2Miliar: diberikan Faktor Pengurang (berdasarkan kebutuhan luas minimum lahan dan bangunan untuk Rumah Sederhana Sehat, yaitu seluas 60 meter persegi untuk bumi dan 36 meter persegi untuk bangunan) dan pembebasan 10 persen.
b) Selain rumah tinggal, dibebaskan sebesar 15%.

2. Kebijakan Pembayaran PBB 2022

a. Keringanan pokok pajak dan penghapusan sanksi administrasi
1) Tahun Pajak 2022:
- Diberikan potongan 15 persen apabila membayar pada bulan Juni - Agustus 2022.
- Diberikan potongan 10 persen apabila membayar pada bulan September - Oktober 2022.
- Diberikan potongan 5 persen apabila membayar pada bulan November 2022.
Sanksi dihapus 100 persen untuk pembayaran 1 bulan setelah jatuh tempo.

2) Tahun Pajak 2013-2021:

- Diberikan potongan 10 persen apabila membayar pada bulan Juni - Oktober 2022.
- Diberikan potongan 5 persen apabila membayar pada bulan November - Desember 2022.
- Sanksi dihapus 100 persen

b. Angsuran pokok pajak dan penghapusan sanksi administrasi untuk wajib pajak dengan ketetapan PBB di atas Rp 100 Juta.

1) Tahun Pajak 2022:
• Diberikan potongan 15 persen apabila membayar pada bulan Juni - Agustus 2022.
• Diberikan potongan 10 persen apabila membayar pada bulan September - Oktober 2022.
• Diberikan potongan 5 persen apabila membayar pada bulan November 2022.
• Sanksi dihapus 100 persen untuk pembayaran 1 bulan setelah jatuh tempo.

2) Tahun Pajak 2013-2021:
- Diberikan potongan 10 persen apabila membayar pada bulan Juni - Oktober 2022.
- Diberikan potongan 5 persen apabila membayar pada bulan November - Desember 2022.
- Sanksi dihapus 100 persen. 

Sejalan dengan transformasi digital pembayaran pajak, SPPT PBB-P2 Tahun 2022 dapat diperoleh masyarakat Jakarta secara elektronik melalui e-SPPT pajak online di halaman https://pajakonline.jakarta.go.id/esppt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak Anies Baswedan njop
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top