Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Pelecehan, Wagub DKI: Pengadaan Angkot Khusus Perempuan Dipertimbangkan

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza akan mempertimbangkan usulan pengadaan angkot khusus perempuan untuk mencegah tindak pelecehan di dalam angkutan umum.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  09:25 WIB
Cegah Pelecehan, Wagub DKI: Pengadaan Angkot Khusus Perempuan Dipertimbangkan
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza akan mempertimbangkan usulan pengadaan angkot khusus perempuan untuk mencegah tindak pelecehan di dalam angkutan umum. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau angkot di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). JIBI - Bisnis/Pernita Hestin Untari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan mempertimbangkan usulan pengadaan angkutan kota (angkot) khusus perempuan. Hal tersebut merupakan upaya mencegah pelecehan terhadap perempuan dan anak di dalam angkot.

"Ya itu juga menjadi pertimbangan nanti kita carikan solusi bertahap ya," katanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan Kamis (14/7/2022).

Riza Patria mengungkapkan bahwa kendaraan umum khusus perempuan sudah sempat diterapkan terlebih dahulu di TransJakarta. Selain itu, Commuter Line (KRL) juga menerapkan gerbong khusus perempuan. Walhasil, Wagub tidak menutup kemungkinan kedepannya ada angkot khusus perempuan.

"Nanti kita kaji sama-sama," imbuhnya.

Riza Patria juga menambahkan sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memiliki rencana untuk memisahkan tempat duduk bagi perempuan dan laki-laki. Namun, penerapan tersebut batal dilaksanakan karena angkot lebih banyak diisi penumpang perempuan. 

Kendati demikian, Riza Patria mengatakan bahwa Pemprov DKI selalu mengupayakan mitigasi dengan berbagai langkah.

Berikut ini upaya Pemprov DKI untuk mencegah pelecehan seksual di dalam angkot:

  1. Mengoptimalkan POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA) yang sudah ada di DKI Jakarta serta menambah ketersediaannya sehingga menjangkau layanan Angkot.
  2. Mewajibkan setiap angkot atau transportasi publik memasang stiker informasi nomor darurat pengaduan pelecehan seksual dengan nomor aduan yaitu 112 di tempat yang terlihat jelas oleh seluruh penumpang.
  3. Menginstruksikan seluruh angkot untuk memasang stiker informasi nomor darurat agar mudah terbaca dan jelas, serta ditindaklanjuti dengan sosialisasi bersama komunitas terutama organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam pengentasan pelecehan dan peningkatan perlindungan Perempuan dan Anak.
  4. Menyempurnakan SOP yang ada saat ini terkait penanganan keadaan darurat, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pencegahan dan penanganan kejadian pelecehan, dengan mengutamakan perlindungan korban.
  5. Memastikan seluruh pengemudi/staff station/petugas transportasi publik memahami SOP masing-masing melalui sosialisasi atau bahkan pendidikan serta pelatihan.
  6. Mengkaji lebih lanjut ide terkait angkot/mikrotrans khusus perempuan.
  7. Pemanfaat teknologi dengan pemasangan CCTV dan sistim tiketing berbasis face recognition akan dikaji lebih lanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wagub dki angkot Pelecehan Seksual transportasi massal dki jakarta
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top