Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Bawah Standar WHO, Persentase Kasus Positif Covid-19 di Jakarta 17,8 Persen

Persentase kasus positif Covid-19 di Jakarta sepekan terakhir tidak memenuhi standar WHO yakni 17,8 persen.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  06:39 WIB
Di Bawah Standar WHO, Persentase Kasus Positif Covid-19 di Jakarta 17,8 Persen
Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Persentase kasus positif Covid-19 di Jakarta sepekan terakhir tidak memenuhi standar WHO yakni 17,8 persen pada Senin (1/8/2022).

Dari pantauan data Satgas Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta, persentase kasus positif infeksi Virus Corona secara total 11,6 persen.

Sementara, kasus Covid-19 di Jakarta bertambah 1.486 orang, kasus aktif turun 998 orang menjadi 22.324 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.

Kemudian, kasus meninggal bertambah 2 orang, kasus sembuh bertambah 2.482 orang, dan positivity rate sepekan terakhir 17.8 persen. Sedangkan standar WHO tidak lebih dari 5 persen.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI menyebut, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) hingga saat ini mencapai 22 persen, meskipun penambahan kasus Covid-19 harian di Ibu Kota terus meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan saat ini peningkatan kasus berkisar 2.800 sampai 3.000 kasus per hari.

"Namun jika melihat tingkat keterisian di rumah sakit, jumlah pemanfaatan tempat tidur isolasi ada 22 persen, ICU 16 persen," kata Dwi Oktavia saat diskusi terkait perkembangan kasus Covid-19 yang disaksikan secara virtual, Senin (1/8/2022). Dikutip dari Antara.

Dwi menjelaskan bawa saat ini jumlah pasien aktif yang masih menjalani isolasi atau perawatan berkisar 23 ribu orang.

Menurut dia, kapasitas tersebut masih dirasa cukup untuk merawat pasien dengan gejala sedang-berat hingga pasien dengan penyakit penyerta (komorbid).

Meski pasien penderita Covid-19 bertambah, Dwi mengatakan umumnya pasien bergejala ringan, atau tanpa gejala sehingga tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, tetapi cukup menjalani isolasi di rumah tinggal.

"Sebagian kecil dari mereka memang perlu perlawatan di rumah sakit karena kondisinya cukup berat akibat komorbid, namun mayoritas kasus Covid-19 saat ini kondisinya ringan, bahkan tanpa gejala," kata Dwi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 who dki jakarta
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top