Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di DKI Melonjak, Total Kasus Aktif Tembus 22.568

DKI Jakarta melaporkan ada 22.568 kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta per 21 November kemarin.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 22 November 2022  |  11:55 WIB
Kasus Covid-19 di DKI Melonjak, Total Kasus Aktif Tembus 22.568
Sejumlah pejalan kaki menyeberang di pelican cross di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Ibu Kota memperketat kembali protokol kesehatan sehubungan adanya kenaikan kasus positif COVID-19 sehingga Pemerintah Pusat menaikkan status PPKM di Jakarta menjadi Level 2. ANTARA FOTO/Agha Yuninda/wsj - aww.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan ada 22.568 kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta per 21 November kemarin.

Angka tersebut berasal dari penjumlahan kasus isolasi mandiri (21.345) dan perawatan di Rumah Sakit (1.223).

“Kalau hariannya kemarin Senin positif baru 1.789 kasus, positivity rate 22 persen,” kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama, Selasa (22/11/2022).

Ngabila menyebutkan bahwa rata-rata kasus harian meningkat 2.000 sampai 3.000 kasus per hari. Adapun untuk total pasien yang sudah pernah terkonfirmasi Covid-19 di Ibu Kota sampai saat ini mencapai 1.495.720.

Sementara itu pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 mencapai 1.457.416. Dinkes DKI juga melaporkan korban yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 15.736 per 21 November kemarin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti juga sempat mengimbau masyarakat untuk waspada di tengah naiknya kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Menurutnya pandemi Covid belum selesai meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah mencapai level 1.

“Poinnya kita tetap waspada, kita tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Widyastuti kepada wartawan Kamis, (17/11/2022).

Widyastuti pun menyebutkan peningkatan kasus Covid-19 karena adanya beberapa faktor. Termasuk adanya varian baru XBB dan BQ.1 yang menyebabkan Covid-19 meningkat.

Untuk mencegahnya, lanjut Widyastuti, perlu adanya percepatan layanan vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi pertama dan kedua sudah tinggi, namun booster masih perlu ditingkatkan.

“Jadi melalui media kami pesan mohon terus menerus diinformasikan campaign [kampanye] terhadap vaksinasi booster bagi warga Jakarta,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 dki jakarta
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top