Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HUT Jakarta Ke-496, Kemendagri Sebut Tingkat SDM Jakarta di Tren Positif

Kemendagri menyampaikan bahwa tingkat pembangunan SDM di DKI Jakarta mengalami tren positif.
Sejumlah anak menempelkan kartu ke mesin usai menaiki kereta LRT (Light Rail Transit) di Stasiun Velodrome Jakarta, Kamis (22/6/2023). Pada HUT ke-496, Pemprov DKI Jakarta memberikan tarif Rp1 untuk trasnportasi umum seperti LRT, Transjakarta dan MRT. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.
Sejumlah anak menempelkan kartu ke mesin usai menaiki kereta LRT (Light Rail Transit) di Stasiun Velodrome Jakarta, Kamis (22/6/2023). Pada HUT ke-496, Pemprov DKI Jakarta memberikan tarif Rp1 untuk trasnportasi umum seperti LRT, Transjakarta dan MRT. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan bahwa tingkat pembangunan sumber daya manusia Provinsi DKI Jakarta berada di tren positif. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro mengatakan, tren positif pembangunan sumber daya manusia di Jakarta dilihat berdasarkan data indeks pembangunan manusia (IPM) DKI Jakarta yang setiap tahunnya meningkat, dimana pada 2022 berada di 80,77 persen, dan pada 2022 berada di 81,65 persen. 

“Angka IPM DKI Jakarta tercatat paling tinggi di Indonesia dan mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ujar Suhajar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Selanjutnya, angka kemiskinan juga menurun meskipun hanya sedikit dari 4,69 persen pada 2020 menjadi 4,61 persen pada 2022. Namun, ketimpangan menjadi permasalahan yang belum terselesaikan karena angka gini ratio DKI Jakarta meningkat dari 0,39 persen pada 2021 menjadi 0,41 persen pada 2022. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukan bahwa DKI Jakarta cukup berhasil menurunkan angka prevalensi balita stunting selama 7 tahun ini yaitu dari 23 persen pada 2015 menjadi 14,8 persen pada 2022.

“DKI Hakarta berhasil menempati urutan kedua tingkat nasional dengan tingkat stunting terendah kedua setelah provinsi bali,” jelasnya.

Selain itu, kinerja ekonomi Jakarta di HUT Ke-496 juga menunjukan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jakarta terus meningkat pasca pandemi Covid-19.

Suhajar mengatakan, ekonomi Jakarta pada 2020 sempat terkontraksi cukup parah, dimana Jakarta mencatat pertumbuhan minus 2,39 persen ketika perekonomian nasional juga terkontraksi 2,07 persen. 

“Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta naik menjadi 3,56 persen pada tahun 2021, dan meningkat juga pada 2022 menjadi 5,24 persen,” ujar Suhajar.

Pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin pada realisasi investasi Jakarta, dimana pada 2022 realisasi investasi dalam negeri sebesar Rp89,3 triliun, meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan 2020 yaitu Rp42,9 triliun.

Kemudian, realisasi investasi luar negeri juga mengalami peningkatan, dimana pada 2022 sebesar Rp53,8 triliun, lebih tinggi dari 2020 yaitu sebesar Rp52,3 triliun. 

Pertumbuhan ekonomi Jakarta tersebut menurut Suhajar didukung oleh kinerja pengelolaan keuangan Provinsi DKI Jakarta yang juga positif dimana realisasi pendapatan daerah per 31 Desember 2022 mencapai Rp67,3 triliun atau 86,56 persen dari target Rp77,8 triliun yaitu naik sebesar Rp 1,8 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp65,6 triliun. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper