Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

METROMINI MAUT: Ahok Cabut Trayek 1.600 Bus

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, telah mencabut trayek 1.600 bus di DKI Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Desember 2015  |  15:06 WIB
METROMINI MAUT: Ahok Cabut Trayek 1.600 Bus
Bus Metromini dan Kopaja - Jibiphoto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, telah mencabut trayek 1.600 bus di DKI Jakarta.

"Saya gak pandang bulu. Pokoknya, kalau ada bus gak layak jalan trayek kami cabut. Termasuk Metromini," ujarnya di Balai Kota, Senin (7/12/2015).

Dia mengatakan, niatnya untuk meminta pemilik Metromini memperbaiki busnya juga terhadang berbagai kendala. Pasalnya, bus-bus Metromini yang mengaspal di jalanan Jakarta dimiliki oleh perorangan bukan badan usaha atau koperasi.

"Makanya, saya udah tawarin mereka gabung ke Transjakarta dan dibayar rupiah per kilometer. Eh, mereka gak mau. Ya, udah kami tangkep-tangkepin aja dan bekukan trayek bus yang menyalahi aturan," imbuhnya.

Keberadaan Metromini di Jakarta sudah menjadi polemik sejak lama. Banyaknya sopir yang ugal-ugalan dan tidak layaknya kondisi bus yang beroperasi. Karena itu, Ahok mengumumkan akan mengajak pengusaha angkutan umum di Jakarta, misalnya Kopaja, Metromini, dan Kopami untuk bergabung dengan manajemen Transjakarta.

Sebelumnya, Metromini B80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima menerobos palang perlintasan kereta, sehingga tertabrak kereta rel listrik di perlintasan Angke, Jakarta Barat, Minggu pagi (6/12/2015). Kecelakaan maut tersebut menelan 17 korban jiwan dari total 24 penumpang, sopir, dan kernet yang ada di Metromini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metromini
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top