Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

METROMINI MAUT: Supaya Kapok, Ahok Gugat Metromini

Pemprov DKI Jakarta berencana menggugat pemilik Metromini yang terlibat dalam peristiwa kecelakaan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) pada Minggu (6/12/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Desember 2015  |  17:37 WIB
METROMINI MAUT: Supaya Kapok, Ahok Gugat Metromini
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diperiksa di Bareskrim Mabes Polri terkait kasus korupsi pengadaan UPS - Antara/Reno Esnir
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Pemprov DKI Jakarta berencana menggugat pemilik Metromini yang terlibat dalam peristiwa kecelakaan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) pada Minggu (6/12/2015).

"Karena di undang-undang transportasi, kami bisa menggugat pemilik bus yang terlibat dalam kecelakaan. Sehingga, langkah itulah yang akan kami lakukan," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok itu, gugatan tersebut akan diajukan untuk memberi efek jera kepada seluruh pemilik Metromini, agar lebih ketat dalam menyeleksi sopir-sopirnya.

"Gugatan itu ingin kami ajukan supaya mereka (para pemilik Metromini) kapok, sehingga, tidak ada lagi pemilik Metromini yang menerima sopir-sopir tembak. Ini demi keamanan penumpang," ujar Ahok.

Selain pemilik Metromini, dia juga mengatakan akan memberikan sanksi kepada Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan dan Transportasi, karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas di wilayahnya.

"Selain pemilik Metromini, Kasudin juga akan kami kasih sanksi karena tidak memantau kondisi Metromini yang ada di wilayahnya dengan baik. Kalau masih ada peristiwa tabrakan lagi, Kasudin-nya akan kami berhentikan," tutur Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu pun menegaskan, Pemprov DKI akan terus menindak tegas seluruh kendaraan umum yang tidak layak beroperasi demi kenyamanan para penggunanya.

"Metromini yang sudah jelek-jelek itu, kalau bisa dibuang saja. Masalahnya, saya tidak punya hak untuk membuangnya. Yang pasti, semua kendaraan yang tidak layak akan terus kami tangkap," ungkap Ahok.

Kecelakaan yang melibatkan KRL dengan Metromini B80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima di perlintasan kereta Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015), mengakibatkan 18 orang meninggal, termasuk sopir Metromini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metromini

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top