Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penataan Kawasan Dadap: Ini Rekomendasi Ombudsman RI

Ombudsman RI secara resmi mengumumkan rekomendasi tentang rencana penataan pemukiman Dadap Kecamatan Kosambi Tangerang
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Juli 2016  |  07:47 WIB
Ilustrasi: Warga kampung Dadap menggelar aksi menolak penggusuran, di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/4/2016). - Antara/Lucky R
Ilustrasi: Warga kampung Dadap menggelar aksi menolak penggusuran, di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/4/2016). - Antara/Lucky R

Bisnis.com, JAKARTA – Ombudsman RI secara resmi mengumumkan rekomendasi tentang rencana penataan pemukiman Dadap Kecamatan Kosambi Tangerang.

Rekomendasi dilakukan di hadapan para pihak Pemkab Tangerang yang dihadiri Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, Sekretaris Daerah Iskandar Mirsad, Perwakilan Provinsi Banten, Dinas Cipta Karya Kementrian PU Pera, Dirut Angkasa Pura II, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Rektor UGM, LBH Jakarta, Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PU Pera RI, Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Kementrian PPN/ Bappenas, Kementrian Dalam Negeri, Wakapolres Metro Tangerang, Perwakilan Komnas Ham, dan bersama belasan warga yang mendengarkan hasil rekomendasi di kantor Ombudsman RI, Kamis (28/7/2016).

Ombudsman sebelum mengeluarkan rekomendasi ini sebelumnya mereka telah memeriksa dan mengkaji permasalahan ini. Dalam rekomendasi dan saran yang telah dikeluarkan oleh Ombudsman terkait permasalahan daerah kampung dadap ini, mereka memperbolehkan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melanjutkan penataan di daerah tersebut asalkan melaksanakan beberapa poin yang harus dipenuhi dalam rekomendasi tersebut. Dengan begitu secara tidak langsung Ombudsman telah merestui pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menata daerah dadap.

Dalam rapat ini beberapa pihak terkait juga ikut hadir dengan catatan untuk memperjelas permasalahan daerah kampung dadap ini. Pemerintah Kabupaten Tangerang disini siap untuk melanjutkan program pemerintah yang mana didalamnya tercantum "0 untuk daerah kumuh" atau secara tidak langsung pemerintah pusat memerintahkan untuk meniadakan daerah kumuh yang berada di Indonesia. Dengan mendirikan Islamic Center, Kampung Deret untuk nelayan, Pusat Kuliner, Sarana Pendidikan dan Tempat Pelelangan Ikan inilah salah satu langkah pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dadap dan memajukan daerah tersebut tanpa harus menghilangkan mata pencarian warga seperti nelayan karena pemerintah Kabupaten Tangerang akan tetap mendukung para nelayan dengan menyediakan ruang untuk mereka semua dalam mencari nafkah.

"Jadi rekomendasi yang diberikan pertimbangkan berbabagi aspek, jadi ada program nasional RPJMN 2015-2019 yang dikenal dengan 100%-0%-100%, isinya pembenahan kota tanpa daerah kumuh. Dadap masuk lokasi tanpa kumuh, karena ini program nasional harus dijalankan pemerintah provinsi dan kabupaten, jadi suka atau tidak suka harus dilakukan penataan," ucapnya.

Ahmad menambahkan, menurutnya kategori program nasional yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bahwa wilayah yang masuk dalam kategori kumuh berat, harus masuk skema peremajaan. Jadi Kementerian PU yang atur peremajaan, ngga bisa hanya dilakukan sendiri oleh Pemkab Tangerang. Namun penataan tersebut bisa dilakukan jika perda sudah disahkan.

"Saya menilai jika penataan tidak dilakukan bisa menghambat program nasional, akan tetapi warga yang terutama harus diutamakan, kalau pemkab mau teruskan semua syarat harus dipenuhi," Ujar Ahmad dengan tegas.

Sementara itu Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan pihaknya akan menyempurnakan seluruh proses administrasi yang harus dilengkapi. Selain itu juga bakal kerjasama dengan Pemprov Banten dan instansi terkait untuk melanjutkan penataan. Hasil isi rekomendasi dari Ombudsman RI kali terdapat sembilan rekomendasi dan dua saran terkait penataan kampung dadap yang akan dilakukan dan diterbitkan oleh Ombudsman itu sendiri dalam 14 hari kerja. Dalam hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap permasalahan ini.

"Penataan bakal terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya ingin memajukan dan mengembangkan daerah kampung dadap dengan melakukan penataan di daerah tersebut," Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Iskandar Mirsad mengatakan kami Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memenuhi apa yang yang menjadi isi ringkasan rekomendasi tersebut.

"Kami akan memberikan laporan secara reguler kepada Ombudsman nanti, Sekarang menunggu salinan isi rekomendasi lengkap dalam 14 hari kedepan," ucapnya. Di penghujung acara, seluruh jajaran Ombudsman bersalaman dan memberikan ringkasan dari rekomendasi kepada semua pihak. Dan dalam pemaparannya itu Ombudsman menegaskan bahwasanya mereka akan terus memonitori penataan dadap itu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ombudsman dadap kabupaten tangerang
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top