Aetra Bidik Pendapatan Rp1 Triliun

PT Aetra Air Jakarta membidik pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp1,25 triliun atau meningkat dari realisasi pada 2016 yang mencapai Rp1,17 triliun.
Miftahul Khoer | 20 April 2017 20:00 WIB
Seorang karyawan PT Aetra Air Jakarta mengecek meteran melalui fitur Global Positioning System (GPS) di sebuah perumahan di sekitar Rawamangun, Jakarta, Selasa (14/6). PT Aetra Air Jakarta saat ini memiliki 332 perangkat genggam GPS untuk pembacaan meter air real time online yang mampu mengirimkan data, rekam gambar dan data lokasi melalui alat tersebut. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA- PT Aetra Air Jakarta membidik pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp1,25 triliun atau meningkat dari realisasi pada 2016 yang mencapai Rp1,17 triliun.

Wakil Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta Bano Rangkuty mengatakan pihaknya optimistis target pendapatan tersebut akan tercapai seiring terus dilakukannya peningkatan kinerja perseroan.

Adapun, untuk laba bersih pihaknya membidik Rp308 miliar sepanjang 2017 atau meningkat dari realisasi pada 2016 yang mencapai Rp280 miliar.

"Sepanjang tahun ini kami banyak melakukan peningkatan kinerja sehingga akan berdampak positif terhadap pendapatan perusahaan," paparnya di sela-sela merayakan hari jadi Aetra yang ke-9, Kamis (20/4).

Sepanjang 2016, selaku perusahaan swasta mitra pemerintah yakni PD PAM Jaya, Aetra telah mendistribusikan air bersih mencapai 308 juta meterkubik ke seluruh wilayah cakupan di wilayah Timur Jakarta, sebagian Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Pusat.

Distribusi tersebut melalui sistem perpipaan sepanjang 6.196 kilometer. Sementera itu untuk volume air yang terjual, perseroan telah membukukan penjualan sebesar 175,6 juta meterkubik.

Selain itu, sepanjang 2016 juga perseroan telah menambah jaringan perpipaan sepanjang 23 kilometer sebagai upaya menambah cakupan pelayanan di wilayah operasional Aetra.

Dari jumlah pelanggan, Aetra sepanjang 2016 mencatat telah memiliki pelanggan baru mencapai 13.257 sehingga total pelanggan mencapai 435.777 yang terdiri dari 429.573 reguler dan 6.204 pelanggan komersial.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta Mohamad Salem mengatakan dalam tiga tahun ke depan perseroan akan membayar shortfall atau kekurangan pembayaran imbalan air mencapai Rp150 miliar.

Shortfall tersebut, kata dia, awalnya sebesar Rp330 miliar yang merupakan akumulasi dari 1998 hingga 2012 sesuai perjanjian kerja sama. Namun, pihaknya setiap bulan mencicil pembayaran shortfall hingga beban yang dibayarkan secara bertahap berkurang.

Pihaknya memastikan dalam tiga tahun ke depan tidak ada shortfall lagi yang harus dibayarkan seiring kinerja yang diklaim lebih baik yang dikerjakan perseroan selama ini.

"Dan kami juga pastikan pembayaran shortfall ini tidak mengganggu laba. Kalau dulu iya setiap bayar utang, laba kami terganggu karena kinerja perusahaan belum membaik, kalau sekarang di atas laba kami masih ada uang khusus untuk bayar utang," paparnya.

Salem menambahkan untuk sepanjang tahun ini pihaknya menargetkan penambahan pelanggan baru mencapai 18.000 di seluruh daerah operasional Aetra dan memproyeksikan penjualan air bersih lebih dari 185,7 juta meterkubik.

Adapun, khusus untuk investasi sepanjang tahun ini Aetra menggelontorkan modal sekitar Rp145 miliar yang akan digunakan untuk penambahan volume sebesar 10,7 meterkubik dengan anggaran mencapai Rp17 miliar.

"Lainnya investasi Rp51 miliar untuk mengurangi tingkat kehilangan air dengan perbaikan jaringan pipa sekunder dan tersier serta Rp31 miliar untuk peningkatan produksi air bersih," paparnya.

 

Tag : aetra
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top