Revitalisasi Muara Angke dapat Bantuan Hibah JICA

Pemprov DKI memastikan program revitalisasi Pelabuhan Muara Angke akan memeroleh bantuan hibah dari Japan International Cooperation Agency atau JICA.
Warga beraktivitas di perkampungan nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/7)./ANTARA-Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di perkampungan nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/7)./ANTARA-Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA- Pemprov DKI memastikan program revitalisasi Pelabuhan Muara Angke akan memeroleh bantuan hibah dari Japan International Cooperation Agency atau JICA.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Darjamuni mengatakan ‎bantuan hibah dari JICA tersebut untuk mendukung tahap awal pembangunan revitalisasi berupa grand design.

"Kami sudah komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka mengatakan akan ada hibah bantuan dari JICA untuk grand design Pelabuhan Muara Angke secara keseluruhan," paparnya, Rabu (4/10).

Dia memaparkan sebelumnya JICA juga pernah menawarkan bantuan untuk proyek revitalisasi tersebut. Tetapi saat itu skemanya yang ditawarkan berupa pinjaman yang tidak diambil oleh Pemprov DKI.

Dengan adanya bantuan tersebut, kata dia, proyek revitalisasi bisa meringankan anggaran daerah, meskipun pada ‎saat pembangunan nanti anggaran akan dibebankan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Jadi untuk hibah yang dari JICA ini hanya perencanaannya saja. Besarannya saya kurang tahu karena masih dibahas di pemerintah pusat," katanya.

Dia menuturkan pembangunan revitalisasi Pelabuhan Muara Angke akan dimulai pada 2018‎ dengan target akan menjadikan sebagai pelabuhan perikanan moderen terbaik di Indonesia.

Menurutnya, revitalisasi tersebut akan dibarengi dengan pembangunan pasar ikan, dermaga, pusat lelang, perumahan hingga pusat pendidikan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai leading sector, pihaknya akan bersinergi dengan dinas-dinas terkait agar proyek revitalisasi Pelabuhan Muara Angke seluas 64 hektare itu bisa terwujud terintegrasi dengan aktivitas lain.

"Saat ini dari Dinas Bina Marga misalnya sedang membangun jalan untuk akses masuk ke pelabuhan," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Darussalam mengatakan proyek revitalisasi tersebut agar tidak mengabaikan pengadaan air bersih seiring Muara Angke dinilai sebagai ‎kawasan krisis air bersih.

Pihaknya berharap pada 2018 anggaran pengadaan teknologi instalasi penyaringan air bersih ‎dapat dimasukan agar pembangunan instalasi bisa terlaksana.

Menurutnya, selama ini pasokan air bersih di Muara Angke didapat dari hasil pembelian dari Tangerang.

Dengan demikian, pihaknya mendorong agar ketersediaan air bersih di Pelabuhan Muara Angke bisa tercukupi.

"Kalau air bersih harus setiap hari beli, berapa pengeluarannya, seperti apa efisiensinya. Nah, kalau kita bangun sendiri kan bisa lebih efisien," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Miftahul Khoer
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper