Tangsel Harmoni Digelar Untuk Menggali Nilai-Nilai Budi Pekerti

Sanggar Merah Putih dan Pemkot Tangerang Selatan bekerja sama menggelar acara Tangsel Harmoni 2017 untuk merayakan Hari Jadi Ke-9 Kota Tangsel di Pondok Aren, Tangsel, pada 18 November 2017.
Nurudin Abdullah | 16 November 2017 22:25 WIB
Ketua Umum Sanggar Merah Putih Bandoro Chariesta (kiri kedua), didampingi Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Judianto (kedua kanan) dan Kabid Pemberdayaan Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel Triutami Pertiwi (kanan) saat menjelaskan tentang program Tangsel Harmoni 2017, di Tangsel, Kamis (16/11/2017). - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, TANGSEL - Sanggar Merah Putih dan Pemkot Tangerang Selatan bekerja sama menggelar acara Tangsel Harmoni 2017 untuk merayakan Hari Jadi Ke-9 Kota Tangsel di Pondok Aren, Tangsel, pada 18 November 2017.

Ketua Umum Sanggar Merah Putih, Bandoro Chariesta, mengatakan acara Tangsel Harmoni di Pondok Aren merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan hingga Februari 2017 dengan fokus peningkatan budi pekerti.  

“Dalam arena keharmonian masyarakat Tangsel pada 18 November 2017 digelar banyak kegiatan seperti gebyar senam dengan 1.000 peserta, jalan santai, konser musik, pagelaran budaya, dan bazar,” katanya Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, dalam acara Harmoni Tangsel 2017 juga dilaunching lagu karya Toto D. Gunarto berjudul Suara Warga Tangsel, sebagai ikrar masyarakat untuk senantiasa mengaktualisasikan motto Tangsel yaitu cerdas, modern. religius.

Dia menjelaskan Tangsel Harmoni merupakan program pembangunan berbasis gerakan masyarakat yang dilaksanakan rutin sejak 2015, dengan mengangkat tema-tema yang melekat di masyarakat dengan cara yang menyenangkan.

Dengan harapan, lanjutnya, nanti masyarakat dapat mewujudkan wilayah Tangsel sebagai kota idaman, menjadi tempat hunian yang menyenangkan, menenteramkan, menyejukkan dan maju.

Bandoro mengungkapkan pihaknya merencanakan tahun depan melakukan roadshow bertajuk Genderang budi pekerti. Tujuannya untuk menggali nilai dan makna budi perkerti di setiap daerah di Indonesia, khususnya di Tangsel.

Ajaran luhur budi pekerti di setiap daerah merupakan kekayaan yang tidak ternilai dan perlu untuk dipelajari, diresapi, sekaligus dimaknai agar pada akhirnya dapat memahami Indonesia secara paripurna.

Apalagi, imbuhnya, di tengah semakin masifnya perkembangan teknologi informasi yang dalam beberapa sisi berdampak pada semakin terkikisnya nilai-nilai luhur budaya tersebut, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami ingin mengingatkan bahwa sebagai bangsa memiliki kekayaan yang tidak ternilai, yang tidak akan habis walau terus disebar luaskan. Justra semakin membuat nilai budaya luhur itu tetap lestari karena semakin banyak yang mengetahui,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tangerang selatan, budaya, budi pekerti

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top