DKI Masih Kekurangan 1,7 Juta Vaksin Difteri

DKI Jakarta memiliki kebutuhan vaksin difteri sebanyak 2,9 juta vaksin, namun Kementerian Kesehatan RI baru bisa memberikan bantuan 1,2 juta vaksin.
Nirmala Aninda | 11 Desember 2017 12:21 WIB
Dokter memeriksa anak yang mengalami gejala difteri. - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA -- DKI Jakarta memiliki kebutuhan vaksin difteri sebanyak 2,9 juta vaksin, namun Kementerian Kesehatan RI baru bisa memberikan bantuan 1,2 juta vaksin.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengatakan kekurangan 1,7 juta vaksin tersebut memerlukan biaya Rp70 miliar.

Koesmedi Priharto, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengatakan kekurangan vaksin difteri akan diberikan Kementerian Kesehatan pada Januari 2018.

"Tadi dari Kemenkes kita dijanjikan untuk tahun depan, kebetulan anak SD baru selesai BIAS (bulan imunisasi anak sekolah. Kita mulai untuk anak SD di Januari," ujarnya ujarnya dalam acara pencanangan ORI di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).

Koesmedi menambahkan bahwa anggaran pengadaan vaksin difteri di DKI Jakarta seluruhnya ditanggung oleh Kemenkes RI.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menuturkan seluruh biaya vaksin difteri ditanggung melalui program imunisasi/vaksin Kemenkes RI.

Nila mengatakan jumlah anggaran terkait program vaksin ini cukup besar namun dirinya mengaku tidak hafal angka pastinya.

"Biaya dari uang program. Memang kami punya program untuk membeli vaksin dan diberikan kepada masyarakt. Ini imunisasi dasar gratis," katanya.

Nila menyebutkan wilayah yang paling banyak ditemukan kasus difteri mayoritas berada di kawasan padat penduduk.

Untuk di Jakarta sendiri, kasus difteri banyak ditemukan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Tangerang.

"Saya ingatkan semua melakukan imunisasi, ini hak anak," tukasnya.

Tag : difteri
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top