DKI Bantu Pemkot Bogor Rp10 Miliar Bangun Kolam Retensi

Gubernur DKI Jakarta memberikan dana bantuan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk menanggulangi potensi banjir yang disebabkan oleh lonjakan air di hulu.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 12 Februari 2018 18:17 WIB
Normalisasi Sungai Ciliwung - Istimewa

Bisnis.com, BOGOR -- Gubernur DKI Jakarta memberikan dana bantuan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk menanggulangi potensi banjir yang disebabkan oleh lonjakan air di hulu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan telah memberikan dana bantuan atau hibah senilai Rp10 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membangun beberapa infrastruktur yang dapat mengurangi potensi banjir ke Ibu Kota.

Adapun dana tersebut akan dipergunakan untuk membangun sumur resapan (kolam retensi) di Tanah Baru, Bogor.

Seperti diketahui, dana hibah ini dianggarkan untuk cair pada tahun ini setelah terakhir kali Pemkot Bogor tidak menerima hibah tersebut sejak 2015 lalu.

Dana tersebut akan dipergunakan untuk normalisasi sungai, memperbaiki atau membangun bendungan, tata kelola kembali irigasi, dan membuat kolam retensi.

"Justru sekarang ke depannya kita ingin duduk sama-sama, jadi bukan sekadar Pemerintah Provinsi [Pemprov] DKI membuat rencana, Pemkot Bogor pun bikin rencana lalu ada pemberian. Kita akan mulai babak baru di mana [bisa] berkomunikasi dengan semuanya," kata Anies, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, duduk bersama ini bukan hanya sekadar membahas tentang banjir, namun membuat perencanaan dengan langkah yang terukur demi menata kembali permasalahan air dari hulu sampai dengan hilir.

Dia menambahkan bahwa hubungan antara hulu dan hilir tidak bisa dipisahkan, dengan demikian diperlukan kebijakan yang terintegrasi sehingga bisa dinikmati oleh seluruh warga.

"Saya katakan [kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto], bahwa saya akan temui siapa saja dan [melakukan] apa saja yang bisa dikerjakan untuk mengamankan Jakarta dari banjir," ujarnya.

Dia menambahkan akan menyinkronkan berbagai kebijakan yang terjadi di beberapa daerah seperti amanat yang didapatkan melalui jabatannya sebagai Ketua Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur.

"Kita bersama-sama merencanakan hal-hal lintas wilayah dari mulai pengelolaan air sungai, transportasi, perumahan, dan lain-lain agar wilayah Jabodetabekjur punya perencanaan yang terintegrasi," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan telah menyampaikan strategi Pemkot Bogor dalam menanggulangi masalah banjir di Ibu Kota dengan berbagai perbaikan dan pembangunan di hulu. Adapun salah satu cara yang dilakukan, yakni membangun kolam retensi di berbagai titik yang rawan terhadap banjir.

"Tahun ini mendapatkan bantuan Rp10 miliar [pembangunan kolam retensi] di Cibuluh, Tanah Baru, Bogor," kata Bima, Senin (12/2/2018).

Dia mengatakan bahwa Pemkot Bogor akan mengusulkan kepada Pemprov DKI atau pemerintah pusat untuk membangun kembali kolam retensi di beberapa titik lainnya. "Kebutuhan kita di situ, kolam retensi [berfungsi] menahan air agar tidak semuanya ke Jakarta," imbuhnya.

Tag : Banjir Jakarta, sumur resapan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top