Dibangun Ahok, Sandi Resmikan Proyek Revitalisasi Kali Besar Kota Tua

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau Proyek Revitalisasi Kali Besar Tahap I, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Jumat (6/7/2018) pagi.
Feni Freycinetia Fitriani | 06 Juli 2018 12:08 WIB
Revitalisasi Koridor Kali Besar Tahap I sudah rampung dan aksesnya telah dibuka bagi masyarakat umum setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau lokasi tersebut, Jumat (6/7). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau Proyek Revitalisasi Kali Besar Tahap I, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Jumat (6/7/2018) pagi.

Dia menyampaikan Revitalisasi Koridor Kali Besar Tahap I ini telah rampung sehingga aksesnya dinyatakan telah dibuka untuk masyarakat umum sekaligus dalam rangka menyambut Asian Games 2018.

“Alhamdulillah, hari ini secara melakukan pembukaan seng dan pemberian akses kepada masyarakat untuk proyek revitalisasi Kali Besar Baru yang sangat monumental ini," ujar Sandi.

Proyek tersebut memiliki skema Public Private Partnership (PPP) atau kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha serta melibatkan komunitas.

Meski diresmikan oleh Sandiaga, proyek tersebut direncanakan serta dimulai pembangunannya oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan properti PT Sampoerna Land.

Dana yang digunakan merupakan hasil penghitungan kelebihan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang disetujui oleh Ahok.

Sandi pun tak menampik bahwa proyek tersebut merupakan hasil denda KLB yang dibayar Sampoerna Land. Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada lebih dari 10 dinas yang terlibat.

"Ini sudah sangat layak dalam menyambut Asian Games, karena saat ini terhitung 40 hari menjelang Asian Games,” ucap Sandi.

Dibukanya akses bagi masyarakat umum diharapkan akan memberi banyak dampak positif dan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat Jakarta maupun para Pedagang Kecil Mandiri (PKM) yang berada di Taman Kota Intan, Kawasan Kota Tua, yang aksesnya terhubung dengan Kali Besar.

Fasilitas yang layak dijadikan objek wisata tersebut dapat dimanfaatkan langsung guna menciptakan kegiatan pariwisata dan kegiatan ekonomi. Koridor Kali Besar merupakan area pedestrian sepanjang 1,2 kilometer (km) yang mengelilingi Kali Besar, terdapat pula situs atau tempat-tempat bersejarah di sekitarnya.

“Kawasan ini adalah zona pedestrian. PKM tidak diarahkan di sini, tapi diarahkan di penampungan, lokasi binaannya di Kota Intan. Di sini, nantinya diharapkan ritelnya hidup. Itu harapan kami," lanjutnya.

Setelah direvitalisasi, Kali Besar kini dilengkapi dengan trotoar lebar yang dihiasi instalasi patung dan kursi-kursi bagi para pengujung untuk dapat duduk bersantai. Trotoar dilengkapi dengan guiding block yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta dipercantik dengan taman apung yang berada di atas kali yang kini tampak bersih.

Dengan demikian, masyarakat ibu kota dapat mengunjungi Kali Besar sebagai ruang terbuka hijau yang merupakan cagar budaya di Jakarta untuk berwisata dan berolahraga sembari menikmati pemandangan gedung-gedung tua di sekelilingnya yang masih dipertahankan.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Jakarta yang berkunjung dapat bersama-sama menjaga fasilitas yang tersedia dengan baik," tambah Sandi.

Tag : dki jakarta, kota tua
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top