DKI Tunggu Realisasi Investasi Pengembang Asal Dubai

DPM-PTSP menunggu realisasi investasi dari perusahaan properti asal Dubai, Uni Emirat Arab yang rencananya terjadi pada September tahun ini.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 31 Juli 2018 18:53 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi - Dok.Beritajakarta

Bisnis.com, JAKARTA -- DPM-PTSP menunggu realisasi investasi dari perusahaan properti asal Dubai, Uni Emirat Arab yang rencananya terjadi pada September tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan bahwa pada awal September 2018, Sobha yang merupakan pengembang asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) akan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta seperti PT Jakarta Propertindo dan PT Mass Rapid Transit Jakarta. MoU ini akan rencananya akan digelar di Jakarta Investment Centre (JIC), Mal Pelayanan Pubik, Jakarta Selatan.

"Intinya kerja sama di bidang properti dan pariwisata," kata Edy kepada Bisnis, Selasa (31/7/2018).

Dia menjelaskan bahwa Sobha memiliki ketertarikan untuk mengembangkan bisnisnya di sekitar kawasan Jakarta Utara, Ancol, dan Sudirman Central Business District (SCBD). "Lokasinya sesuai dengan rencana bisnis mereka. Dan secara kebetulan lahan itu dimiliki sahamnya oleh perusahaan daerah [BUMD]," ungkapnya.

Sobha juga tertarik untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu. Kendati demikian, proyek awal dari MoU ini rencananya hanya berada di sekitar ketiga tempat tersebut.

Menurutnya, salah satu rencana Sobha di Ancol, yakni membangun hunian dengan konsep waterfront city. Konsep tersebut merupakan kawasan hunian komersial yang menghadap langsung ke arah pantai atau laut.

"Minimal nilai investasi [Sobha] pada September nanti sekitar Rp5--Rp10 triliun," sebutnya.

Seperti diketahui, Sobha bukan menjadi perusahaan pertama asal UAE yang berekspansi bisnis ke Indonesia. Sebelumnya, Lulu Group, perusahaan ritel asal UAE telah resmi membuka hypermarket di Jakarta pada dua tahun lalu. Pembukaan hypermarket ini menjadi penanda ekspansi Lulu Group senilai US$500 juta atau setara Rp6,5 triliun hingga 2019 nanti.

Sementara itu, DPM-PTSP mencatat, realisasi investasi di Jakarta hingga semester I/2018 mencapai Rp49 triliun. Jumlah tersebut terhitung tumbuh namun tidak signifikan dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu senilai Rp47 triliun--Rp48 triliun.

Adapun pencapaian realisasi investasi pada tahun lalu mencapai Rp108 triliun.

Sedangkan, pada tahun ini DPM-PTSP dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan realisasi investasi harus lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu atau di atas Rp108 triliun.

Tag : dubai, pemprov dki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top