Bank DKI Pastikan Distribusi Pembayaran KJP Plus

Bank DKI mendukung program Pemerintah Provinsi DKI terkait penyaluran Kartu Jakarta Pintar Plus kepada siswa yang membutuhkan.
Bank DKI Pastikan Distribusi Pembayaran KJP Plus Regi Yanuar Widhia Dinnata | 17 September 2018 20:58 WIB
Bank DKI Pastikan Distribusi Pembayaran KJP Plus
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank DKI mendukung program Pemerintah Provinsi DKI terkait penyaluran Kartu Jakarta Pintar Plus kepada siswa yang membutuhkan.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Sabtu (15/9/2018) lalu memberikan Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) kepada pelajar SDN 01 Lebak Bulus Gunung Balong. Adapun pada Kesempatan tersebut Pemprov DKI memberikan sebanyak 14.475 KJP Plus kepada 632 sekolah di wilayah Jakarta Selatan.

Pemprov DKI mencatat jumlah total penerima KJP Plus tahap pertama telah mencapai 805.015 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas sebanyak 683.544 penerima lama dan sebanyak 121.471 penerima KJP Plus baru.

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan KJP Plus tahun lalu, yakni pada tahap kedua yang mencapai 778.058 orang. Bahkan, anggaran yang dialokasikan untuk KJP Plus lebih besar 25,22% dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu, usia penerima diperluas menjadi 6 tahun--21 tahun dibandingkan dengan periode lalu yang berkisar pada usia 7 tahun--18 tahun.

Coorporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah mengatakan bahwa pihaknya mendukung program Pemprov DKI terkait pemberian KJP Plus terhadap siswa yang terdata oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dia menjelaskan pemilihan waktu pemberia  KJP Plus ditetapkan Sabtu (15/9/2018) lalu agar tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa.

"Pada prinsipnya apapun program Pemprov, Bank DKI tentunya mendukung. Kami akan mempersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan," kata Zulfarshah kepada Bisnis, Senin (17/9/2018).

Dia menjamin bahwa dana melalui KJP Plus tersebut dapat cair sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Pemprov DKI. "Kartu dapat dibelanjakan atau ditarik [tunai] sesuai dengan porsi," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa KJP Plus dapat dimanfaatkan secara tunai dan nontunai. Dana tunai dapat dimanfaatkan untuk uang saku dan transportasi siswa. Sedangkan, sebagian dana diblokir agar tidak langsung dihabiskan dalam jumlah yang banyak sekali waktu.

"Fasilitas tambahan lain yang didapat siswa pemegang KJP Plus naik Transjakarta gratis,  belanja enam jenis pangan murah dan gratis biaya masuk Ancol," tulis Anies dalam akun resmi media sosialnya, Sabtu (17/9/2018).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dki, KJP

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top